ungu

Selasa, 26 November 2013

keindahan

Keindahan
1.     Pengertian keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni meskipun tidak semua hasil seni indah, pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, taman, perabot rumah, suara, warna dan sebagainya). Keindahan adalah identik dengan kebenaran.                  
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan.
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni:
1.        keindahan dalam arti luas
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.

2.        keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.


3.         keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
2.     Perkembangan kesenian
seperti hal kehidupan manusia yang selalu tumbuh dan berkemban, kesenian sebagai salah satu wujud dari karya manusia, mengalami nasib yang sama, tumbuh dan berkembang. Dalam perkembangannya, kesenian dapat dibadakan berdasarkan waktu, lokasi atau tempat atau paham atau alirian.
a.         Perkembangan kesenian atas dasar waktu
Perkembngan kesenian atas dasar waktu, pada umumny dapat dibedakan atas tiga zaman yaitu zaman kuno, zaman tengah dan zaman mo0dern. Dalam hal ini, pembatasan zaman untuk setiap bangsa tidak sama, tergantung dari sejarahnya.
a)        Zaman kuno
Zaman kuno yang memiliki sifat-sifat tradisional bercirikan sifat-sifat sebagaiberikut:
a)         Meniru alam (memetik), sehingga seni sangat mirip atau di pengaruhi oleh alam.
b)        Adanya keselarasan yang bersifat statis, yaitu keselarasan dengan alam sebagai lingkungan dabn perkembangan sangat lambat.
c)         Semboyang yang umum adalah l’art pour l’art, berarti seni untuk seni yang berati seni tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan lain, misalnya untuk dijual atau di polisitikan.
b)        Zaman tengah
Zaman tengah memiliki sifat-sifat peralihan antara zaman kuno dan zaman modern, sehingga mempunyai ciri-ciri di antara kedua zaman berikut. Misalnya, antara tiruan alam dan ciptaan manusia antara statis dan dinamis, dan di antara seni untuk keperluan seni dan seni untuk keperluan manusia.
c)        Zaman modrn
Zaman modern memilimi sifat-sifat kontemporer bercirikan sifat-sifat sebagai berikut .
a)         Merupakan ekspresi manusia, dalam hal ini  manusia sebagai homo creator, bebas untuk menciptakan sesuatu dengan dirinya dan sejauh mungkin lepas dari pengaruh alam.
b)        Adanya semacam kejutan yang dinamik, jadi bertentangan dengan sifat keselarasan sebagai ciri zaman kuno sehingga dapatlah diciptakan sesuatu yang baru.
c)         Semboyang yang umumnya adalah l’art pour l’homme, artinya seni untuk manusia. Jadi, mengekspos seni keperluan dalam hidupnya.
b.        Perkembngan kesenian atas dasar tempat atau lokasi
Berikut ini tiga jenis perkembangan kesenian atas dasar tempat dan lokasi
1)        Kesenian rakyat
Kesenian rakyat yang merupakan seni tertua di indonesia disebut sebagai seni tradisional. Seni in sifatnya masi alsi sehingga disebut juga kesenian daerah. Selain kesenian daerah, indonesia yang memiliki bentuk kesenian beraneka ragam juga mengenal adanya kesenian nasional.

Beberapa ciri kesenian rakyat adalah sebagai berikut:
a)         Kesenian rakyat merupakan eksprepi-kolektif masyakat tingkat rendah.mereka sebagai homo creator dapat juga mengeluarkan ekspresinya untuk sesuai yang indah dalam kondisi yang sifatnya bersamaan.
b)        Kesenian rakyat diadakannya sangat sederhana, atau menuruti istilah teater, artistiknya rendah karena pendukungnya memang memiliki tingkat kehidupan dan kemampuan yang rendah walaupun belum tentu dapat dikatakan miskin.
c)         Arena yang dipergunakan untuk kesenian rakyat adalah lapangan terbuka, seperti halaman atau tanah lapang yang pada hari-hari biasa dipergunakan untuk keperluan bersama.
d)        Kesenian rakyat memiliki sifat improvisasi atau spontan. Jadi, jalannya kesenian itu bergantung sekali kepada pemainnya dan untuk memeriahkan, orang sering memeberikan lawakan (dalam bahasa jawa, banyolan), sehingga dalam kesenian rakyat naskah tidak di perlukan.
e)         Pada pertunjukan kesenian rakyat, antara pemain dan penonton dapat dengan mudah terjadi komunikasi karena jarak pemain dengan penontonnya dalam arti fisik maupun sosiologis memang sangat dekat.
f)         Yang di utamakan dalam pertunjukan kesenian rakyat adalah jalan pertunjukan yang harus mengikuti cerita sebagaimana lazimnya, yaitu harus mengikuti buku babon (induk).
2)          Kesenian kreton
Kesenian kraton merupan kesenian yang berkembang di kraton, istana raja. Penduduknya adalah raja dan bangsawan, bendoro dalam bahasa jawa. Tempat penyelenggaraannya di istana ataua di puri bangsawan, jadi praktis hanya dikota-kota untuk ukuran waktu itu. Itu pun bersifat tertutup, bukan terbuka untuk rayat pada umumnya. Beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut:
a)         Arena yang pergunakan adalah pendopo, yang biasanya diperuntukkan hanya untuk kaum bangsawan saja, atau pun kalau diperluas terbatas sampai kaum priyai yang merupakan golongan menengah dalam masyarakat tempo dulu.
b)        Penyajian juga serbah megah, baik dalam dekorasi, kostum maupun dalam penampilannya, denag bahasa teater disebut kadar artistiknya tinggi.
c)         Keraton sebagai makro kosmos, memberiakn pancaran ke wilayah kerajaan dan rakyatnya sebagai makro kosmos,sehingga wibawa raja lebih terasa.
d)        Cerita yang di mainkan sangat erat hubungannya dengan masalah pemerintahan, sehingga nilai-nilai aristokratnya sangat menonjol.   
e)         Dengan penonton yang sangat beradab, pertunjukan kesenian keraton cenderung lebih bersifat sakral dari pada sekedar hiburan saja, sehingga tidak dikenal adanya komunikasi antara pemain dan penontonnya.
Beberapa contoh dari kesenian keraton dalam wujud tari, misalnya tari srimpi dan bedoyo ketawang. Sedangkan dalam wujud teater, misalnya wayang orang yang ceritanay diambil dari kitab Mahabharata atau ramayana dan ketoprak yang menggambarkan kehidupan kerajaan indonesia zaman dulu.
Seperti halnya kesenian rakyat, kesenian keraton juga mengalami kemunduran akibat zaman yang telah berubah. Perubahan keraton yang feodal telah menyusut jauh setelah indonesia merdeka, sehingga dalam kehidupan yang demokratis masyarakat istana merelakan seni keraton dipertontonkan kepada masyakat biasa.
3)        Kesenian kota
Kesenian atau teater kota merupakan kesenian yang berkembang dikota, terutama setelah kota-kota di indonesia menjadi pusat kegiatan perdagangan maupun pemerintahan. Pendukung ataupun penggemarnya adalah warga kota yang sangat memerlukan huburan segera setelah seharian bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Faktor penghasilan warga kota yang relatif tinggi dari pada warga pedesaan merupakan salah satu penyebab yang memudahkan perkembangan teater kota, sehingga pendukung budaya kota ini lebih tepat diartikan sebagai konsumen.oleh karena itu, jika dibandingkan dengan teater lainnya, teater kota benar-benar memilki sifat komersial.
Beberapa ciri teater kota dapat disebutkan antara lain sebagai berikut.
a)        Arena yang dipergunakan adalah gedung pertunjukan yang khusus untuk kesenian yang pertunjukan dan sifatnya tertutp. Artinya, hanya mereka yang membayar saja (kecuali undangan khusus) yang dapat masuk untuk menyaksikan.
b)        Penyajiannya serba kontemmporer karena kota mempunyai peluang lebih besar untuk menerima pengaruh dari luar, baik dal wujud sananya maupun penyajian pertunjukan itu sendiri. Misalnya, sarana panggung untuk sandiwara, layar perak untuk bioskop, ataupun  kostum pemain serta peralatannya.
c)        Materi yang disajikan pada umumnya adalah cerita yang hidup dalam masyarakat, yang didalamnya diberikan problematik. Penontonnya yang berpendidikan lebih tinggi biasanya mampu menebak problematik yang diberikan, sehingga mereka justru tidak menyukai cerita yang sesua dengan naska asli (babon), yang ceritanya hanya itu-itu saja.
d)        Antara pemain dan penonton tidak terdapat komunikasi, karena pemain hanya memainkan peran yang telah ditentukan secara deskriptif yang tidak boleh diubah. Oleh karena itu, teater kota kadang-kadang disebut teater naskah. Baik buruknya suatu pertunjukan dapat diketahui seketika. Apabial penonton antusias, berarti memberikan penilaian yang positif, sedangak ejekan berarti kebalikannya.
Teater kota memilki prospek yang cerah dibangdingakan dengan kedua teater yang telah di kemukakan seblumnya. Sifat modern pada teater kota menyebabkan kedua kesenian atau teater sebelummnya, yaitu kesenian rakyat dan keraton, disebut sebagai teater tradisional. Berarti teater kota disebut juga teater modern. Sebagai teatermodern, teater kota juga memepertunjukkan yang diperluakn warga kota untuk pda umumnya selalu di minati, sehingga memperoleh dana yang mencukupi bahkan menguntungkan bagi penyelenggara teater tersebut.       

3.        Aliran-aliran kesenian
Dalam bahasa kesenian, disebut bahwa seni yang masih tergantung pada alam dikenal sebagai naturalisme atau realisme, sedangkan yamg sudah cenderung sebagai ciptaan manusia dikenal sebagai ekspresionisme, kedua macam aliran kesenian tersebut dapat di lihat dengan jelas dalam bidang seni lukis dan sastra. Berikut akan dikemukakan masing-masing berupa cabang alirannya serta contohnya untuk mempeejelas.

a)        Seni lukis
Seni lukis dapat didefenisikan sebagai ekspresi manusia akan keindahan yang dituangkan denga sarana tertentu pada kanvas, yaitu kain untuk lukisan. Yang dimaksud dengan sarana untuk menuangkan ekspresi dapat berupa cat air atau cat minyak, pastel, bulu dan alat-alat pembatik (canting). Sedangakan, kanvas sebagai kain khusus untuk melukis pada umumnya berwarnah putih.
Beberapa alitan seni lukis di indonesia yang umum adalah sebagai berikut.
1)        Naif-primitivisme
Naif-primitivisme merupakan seni lukis yang memiliki sifat na’if (kekanak-kanakan) dan masih primitif (sederana). Lukisan demikian dapat ditemukan dalam sejumlah gua yang merupakan tempat tinggal manusia dalam zaman mesolitikum, sperti dileang-leang ( sulawesi selatan), Australia, Tasmania dan Prancis selatan. Biasanya dilukis adalah binatang, walaupun ada kalanya manusia.
 Dalam penilaian manusia sekarang, lukisan-lukisan demikian mengandung seni yang tinggi. Si pelukis itu sendiri sebenarnya melukis untuk tujuan sakral, yaitu untuk keperluan upecara kepercayaan sebelum melakukan perburuan, sebab binatang yang dilukis dimaksudkan sebagai binatang yang mau diburu.
2)        Naturalisme
Naturalisme merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang mengutamakan keindahan sesuai denga alam. Aliran ini dapat di katakan sebagai penelusuran aliran naif-primitivisme yang penguasaan teori dan teknik melukiskan telah meningkat.
Menurut Jim Supangkat dalam bukunya seni lukis indonesia Baru, sebuah pengantar, disebutka adanya tiga faktor yang menyebabkan aliran tersebut berkembang di indonesia yaitu sebagai berikut.
a)        Adanya pelikis barat yang didatangkan oleh pemerintah Belanda untuk menggambarkan aliran tersebut di Indonesia. Timbullah nama-nama, seperti Abdullah Surio Subroto, Mas Pirngadi, Wakidi, dan kemudia diteruskan oleh generasi mudahnya, seperti Basuki Abdullah, Sukardji, Omar Basalamah, dan Mahdi.
b)        Golongan menengah (borjuis) Belanda di Indonesia yang hidupnya berkecukupan banyak memesan lukisan alam indonesia untuk dibawah pulang ke negerinya sebagai kenang-kenangan dari Indonesia (waktu itu seni potret dengan warna-warni belum ada)
c)        Pelukis-pelukis Indonesia memiliki kegemaran untuk melukis alam yang memberikan suasana romatik dan diagungkan, misalnya Abdullah Surio Subroto dengan karyanya Daratan Tinngi Bandung dan Wakidi dengan negara sianok dan pemandanga disumatra.
3)        Ekspresionisme
Ekspresionisme merupakan aliran dalam seni lukis yang subyeknya mengutamakn perasaan atau pikiran sang pelukis sendiri, lalu subyek itu dituangkan pada kanvas, jika bukan obyeknya, tetapi subyeknya bukan alamnya yang lebih bicara, tetapi manusianya. Oleh karena itu, yang dicari oleh kaum ekspresionis sebagai objeknya adalah yang dapat “bicara”, yang dapt menyalurkan perasaan atau jiwa sang pelukis. Pelukis sebagai seniman dalam tipologi manusia menurut Eduard Spranger, pada umumnya adalah orang yang tidak menginginkan kekayaan. Oleh karena itu, pada umumnya yang ideal untuk dijadikan objeknya adalah kehidupan dan manusia dari golongan rendah. Istilah ini di berikan kepada senimannya adalah pelukis rakyat.

4)        kubisme
kubisme merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang dalam mewujudkan lukisannya disadari oleh pola kubus. Oleh karena itu, wujud lukisannya makin abstrak sehingga aliran ini juga memperoleh sebutan sebagai abstrakisme. Secara kejiwaan, aliran ini membebaskan diri dari ikatan-ikatan yang ada pada aliran-aliran sebelumnya, ikatan objek pada naturalisma dan ikatan subyek pada ekspresionisme. Pendukung kubisme sebagai homo creator menginginkan kebebsan untuk menciptakan suasana baru. Bagi masyarakat awam, hasil karya lukis aliran ini memang tidak dapat di tangkap dengan cepat, karena tingkat fantasi dan pemikiran mereka masi terikat pada hal-hal yang nyata saja.
5)        Gerakan seni rupa baru indonesia
Dalam tahun 1974, lahir seni rupa baru yang didasari oleh semangat pembaruan. Dalam gerakan ini, suatu hasil karya dapat lahir dari “imajinasi yang bebas”. Ada beberapa langkah yang merupakan gebrakan baru dalam aliran ini.
a)        Membuang sejauh mungkin imajinasi tentang adanya elemen-elemen khusus dalam seni rupa, seperti elemen lukisan dan elemen gamabar. Keseluruham elemen itu dalam gerakan ini berada dalam suatu kategori atau waktu.
b)        Membuang sejauh mungkin sikap “spesialis” dalam seni rupa cenderung membangun “bahasa elitis”, yang menjadikan maksud si seniman tidak dapat dipahami oleh masyarakat yang lebih menilainya sebagai bagian yang mengandung misteri.
c)        Mendambakan “kemungkinan berkarya”, dalam arti mengharapkan keragaman gaya dalam seni indonesia. Dengan kata lain, menghujani seni rupa indonesia dengan kemungkinan-kemungkinan baru dan mengakui semua kemungkinan tanpa batasan sebagai pencerminan sikap “mencari”.
d)        Mencita-citakan eprkembangan seni rupa Indonesia denga jelas mengutamakan pengetahuan yang didasari oleh penulis dan teori orang indonesia, menentang habis-habisan pendapat yang mengatakan bahwa seni rupa indonesia adalah sebagian dari sejarah rupa dunia, yang mengatakan seni adalah universal dan menggantung masalah seni rupa indonesia pada masalah seni rupa mancanegara.
e)        Mencita-citakan seni rupa yang lebih hidup, dalam arti kehidupannya tidak diragukan, wajar, berguna, dan hidup meluas di kalangan masyarakat.

b)        Seni sastra
Seni sastra merupakan wujud lain yang dapat diciptakan oleh manusia. Kata sastra sendiri berasal dari bahasa sangsekerta, castra, yang berartiyang dipelajari atau harus dipelajari, wujudnya berupa ilmu atau buku pelajaran. Oleh karena itu, sastra sering diartikan sebagai ilmu pengetahuan atau buku pelajaran. Dalam bahasa indonesia sastra di beri arti yang luas, yaitu bahasa dan tulisan. Kata sastra atau kesustraan,berarti bahasa atau tulisan yang baik, indah ataupun bagus.
Sastra, sebagai karya manusia yang berdasarkan keindahan, dalam bahasa juga memiliki arti sesuia denag rasa dan karya sang penciptanya. Seperti juga dengan seni lukis yang telas diuraikan dimuka. Seni sastra dapat dibedakan atas dua kelompok aliran, yaitu realisme dan ekspresionisme. Masing-masing memiliki subaliran yang secara garis besar diuraikan dibawah ini.
1.      Realisme
Realisme merupakan aliran yang timbul berdasarkan cara yang dialami yang menitikberatkanpada objek.
Alira realisme terbagi atas empat yaitu:
Ø    Impresionesme
Ø    Turalisme
Ø    Neo-naturalisme
Ø    Determinisme

2.      ekspresionisme
ekspresionisme merupakan suatu aliran dalam seni sastra yang timbul berdasarkan ekspresi atau pengeluaran perasaan penciptanya, sehingga titik beratnya terletak pada subyeknya.
Aliran ekspresionisme terbagi menjadi beberapa seperti berikut ini.
Ø    Romatik
Ø    Idealisme
Ø    Simbilik
Ø    surrealisme










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS ke 4 BAHASA INGGRIS BISNIS 2

As many as one thousand years ago in the southwest, the Hopi and Zuni Indians of North America were building with adobe-sun-baked brick pla...