ungu

Selasa, 03 Mei 2016

tugas ke 3 softskill artikel CARA MENYIKAPI JIKA DILARANG BERHIJAB DI TEMPAT KERJA

CARA MENYIKAPI JIKA DILARANG BERHIJAB DI TEMPAT KERJA
Butuh Keberanian Berdiri Diatas Kebenaran
Memang tidak mudah. Jika kita mau berbicara apa yang seharusnya, maka sikap seharunya adalah lebih mengutamakan perintah Allah ketimbang perintah atasa atau perusahaan. Tentu saja, resikonya adalah dipecat oleh perusahaan. Itu lebih baik dibandingkan dipecat jadi hamba Allah yang shalihah.
“Tapi … ”
Saya memahami, bahwa saat Anda bekerja, artinya memang membutuhkan hasil dari bekerja itu untuk berbagai kebutuhan. Saya memahami itu dan jika Anda sampai diberhentikan bekerja, tentu akan kehilangan penghasilan dari perusahaan itu.
Saya tekankan, “penghasilan dari perusahaan itu”!
Artinya masih ada peluang mendapatkan penghasilan dari perusahaan lain atau dari sumber lain. Karena rezeki Anda bukan dari perusahaan itu, tetapi dari Allah. Dan, Allah bisa memberikan rezeki kepada Anda dengan berbagai cara, tidak harus melalui perusahaan yang justru melarang ibadah.
Yakinlah rezeki itu datang dari Allah, bukan dari seseorang, bukan dari perusahaan tertentu.
“Tidak ada satupun makhluk yang hidup di muka bumi ini, kecuali rezekinya ditanggung Allah…” (QS. Hud: 6).
Jika seseorang mayakini al Quran termasuk ayat ini, seharusnya tidak lagi takut kehilangan rezeki gara-gara berhenti bekerja dari perusahaan. Apalagi niat berhenti bekerjanya demi menjalankan perintah Allah.
Mungkin Tidak Akan Mudah
Kita mungkin pernah mendengar atau membaca dimana seorang karyawati menjadi sukses justru setelah dipecat gara-gara mempertahankan menggunakan jilbab. Plus cerita indah lainnya.
Namun, saya tidak akan menjanjikan kepada Anda bahwa setelah berhenti bekerja akan mudah. Yah realitis saja. Anda mungkin akan butuh perjuangan baik mencari kerja baru atau merintis bisnis. Mungkin akan mengalami hari-hari sulit. Itu mungkin saja terjadi.
Tapi yakinlah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan Anda, tidak akan menyia-nyiakan keshabaran Anda menghadapi kesulitan. Dan Allah mengetahui bahwa Anda mengalami ini semua demi mengharap ridla-Nya. Allah akan membalasnya baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Dan kita juga yakin, bersama kesulitan ada kemudahan. Yang Anda perlukan adalah terus berjuang dengan ikhlas dan dengan shabar. Balasan pahala in syaa Allah sudah menanti Anda.
Jangan menyerah, Anda sedang berjalan dijalan Allah dan Allah pasti akan menolong kita. Ini ujian dari Allah.
Berbagai Pilihan Setelah Berhenti Bekerja
Apa yang dilakukan setelah berhenti bekerja?
Ada banyak berbagai pilihan:
  • Bisa mencari pekerjaan di tempat lain (bagi yang sudah bersuami, tentu atas izin suami).
  • Bisa memulai merintis bisnis, banyak sekali mulai dari menjahit, membuat kue, bisnis online, MLM syariah, dan berbagai peluang lainnya yang bisa dijalankan di rumah.
  • Menjadi penulis misalnya, mendapatkan pemasukan dari royalti buku.
  • Menjadi tenaga freelance sesuai dengan waktu dan keahlian Anda.
  • Atau fokus saja menjadi seorang istri dan ibu yang baik (bagi ibu rumah tangga) dan do’akan agar suami lebih sukses lagi.
Silahkan pilih, jika dikembangkan dari kelima poin diatas akan sangat banyak sekali pilihan yang bisa kita lakukan.
Tentu saja, bagi wanita yang sudah bersuami, silahkan diskusikan dengan suami apa yang sebaiknya dilakukan. Saran saya, jika seandainya penghasilan suami sudah mencukupi, pilihkan poin yang kelima yaitu menjadi istri dan ibu yang baik.
Saat Menghadapi Situasi Dilematis
“Setiap umat memiliki ujian. Dan ujian terbesar bagi umatku adalah harta.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al-Albani).
Mungkin saja, seseorang menghadapi kondisi dilematis. Jika dia bekerja, dia berdosa karena membuka aurat. Sementara jika dia berhenti bekerja, ada masalah besar yang dihadapi.
Apakah karena beratnya resiko, masih boleh bekerja meski harus melepas jilbab? Alasannya keterpaksaan?
Jika Anda bertanya kepada saya, itu kurang tepat karena saya hanyalah seorang motivator bukan seorang ustadz apalagi ulama. Jadi silahkan hubungi ulama yang terpercaya untuk menanyakan masalah hukum. Silahkan bertanya kepada ulama, jawabannya mungkin berbeda karena setiap kondisi masing-masing berbeda.
Anggaplah misalnya karena benar-benar sangat terpaksa Anda tetap bekerja tanpa berjilbab (menurut ulama ya, bukan hawa nafsu sendiri). Jangan jadikan ini keterusan. Artinya harus ada upaya secepat mungkin agar kondisi seperti berakhir.
Carilah solusi, pikirkan, renungkan, dan mohon petunjuk dari Allah agar Anda bisa mengatasi masalah ini secepatnya. Agar masalah Anda tetap bisa diatasi DAN Anda tetap bisa menjalankan perintah Allah (menutup aurat).


tugas ke 3 softskill sintesis manajemen komunikasi pemasaran

Sintesis manjemen komunikasi pemasaran
A.    DEFINISI PEMASARAN
            Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan  hidup usahanya, untuk mendapatkan laba dan untuk berkembang. Hal tersebut disebabkan karena pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, dimana secara langsung berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan  pasar.
Selain itu ada pula tiga  pendapat tentang pemasaran  (marketing) yaitu:
1.      Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang diajukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. ( William j.Stanton, 1978 )
2.      Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan dunia usaha yang mengakibatkan aliran barang dan jasa dari para produsen ke para  konsumen. ( The Amirican Marketing Association )
3.      Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. ( Philip Kotler, 1995 ).

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran terdiri dari tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang serta jasa dan yang menimbulkan distribusi fisik mereka. Proses pemasaran meliputi aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik menyangkut perpindahan barang-barang ketempat dimana mereka dibutuhkan. Sedangkan aspek nonfisik dalam arti bahwa para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan oleh para pembeli dan pembeli harus pula mengetahui apa yang dijual. 




B.     KONSEP PEMASARAN
Adapun beberapa pengertian dari beberapa tokoh tentang konsep pemasaran.
Menurut Swastha (1979:17) “Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”. Sedangkan definisi lain menyatakan bahwa   konsep pemasaran adalah menjadi lebih efektif dari pada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran (Kotler,1997:17).
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya yaitu:
1.      Konsep berwawasan Produksi, konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas cakupan distribusi.
2.      Konsep berwawasan Produk, Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan hal-hal inovative lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat produk yang lebih baik dan berusaha terus menerus untuk menyempurnakannya.
3.      Konsep berwawasan Penjualan, konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan saja maka konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dalam jumlah cukup.oleh karena itu, perusahaan harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif.
4.      Konsep berwawasan Pemasaran, konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada persaingannya. Konsep ini didasarkan pada empat sendi utama, yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5.      Konsep berwawasan Pemasaran bermasyarakat, konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan efisiensi dari pada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. 

C.     STRATEGI  PEMASARAN
Perencanaan sangat diperlukan  untuk mengikuti perkembangan dan menghadapi persaingan yang semakin ketat dimasa yang akan datang. Tanpa perencanaan sebuah organisasi mungkin akan melakukan cara-cara ekstrem untuk menghindari kerugian atau mempertahankan kelangsungan hidupnya. Perencanaan dapat mencakup suatu  periode waktu yang panjang atau pendek. Perencanaan jangka panjang ( multi tahun : 3, 5, 10, atau bahkan 25 tahun ) biasanya melibatkan peranan dari manajemen puncak dan atau staf perencanaan khusus. Masalah yang dihadapi sangat kompleks dan memiliki cakupan yang luas, seperti masalah perluasan pabrik, pasar, atau produk. Perencanaan jangka pendek  ( sampai dengan 1 tahun ) biasanya dilakukan oleh manajemen menengah atau bawah ( middle or bottom management ) masalah yang dapat dimasukkan dalam perencanaan jangka pendek ini, antara lain kampanye periklanan untuk periode yang akan datang, pembelian pada musim yang akan datang, atau menyangkut daerah operasi dari tenaga pemasaran.
Dalam hal ini, kita harus mengetahui dan membedakan ketiga konsep perencanaan, yaitu sebagaiberikut :

1.      Perencanaan perusahaan secara keseluruhan. Hal ini mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang dan pengembangan strategi jangka panjang untuk mencai tujuan tersebut. Tujuan dan straregi jangka panjang ini kemudian menjadi suatu kerangka dasar untuk mengembangkan rencana yang tercakup didalamnya. Masalah utama yang ada dalam perencanaan perusahaan ini adalah masalah keuangan, produksi, kebutuhan tenaga kerja, penelitian, dan pengembangan ( research and development ),serta penentuan sasaran pasar dan program pemasarannya. Pertimbangan pemasaran ini cenderung mempengaruhi kebijakan dalam perusahaan, baik jangka pendek maupun jangka panjang . oleh karena itu perencanaan perusahaan dan perencanaan pemasaran sering dijadikan satu.
2.      Perencanaan pemasaran. Hal ini mencakup pengembangan program jangka panjang  untuk masalah-masalah yang luas dalam bauran pemasaran ( Marketing mix ), yaitu produk ( product), harga ( price), tempat ( place) dan promosi ( promotion). Perencanaan pada masing-masing variabel tersebut harus dikoordinasikan dan ditangani dengn baik, sebab setiap variabel bauran pemasaran selalu saling berinteraksi dengan variabel lainnya.
3.      Rencana Pemasaran Tahunan. Rencana ini mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk  satu periode waktu. Dalam hal ini, manajemen akan mengembangkan suatu rencana induk yang mencakup kegiatan pemasaran setiap tahunnya.  Contoh : perencanaan pemasaran jangka panjang menentukantujuan untuk memperkenalkan produk baru. Rencana pemasaran tahun berikutnya, bagaimana pun harus  dapat membuat keseimbangan dalam persediaan dengan cara mempromosikan jenis produk yang sedang mengalami tahap penurunan dalam daur kehidupan produk ( product life cycle ). Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk tersebut sehingga persediaan berkurang.

D.    RENCANA-RENCANA PEMASARANDEFINISI PERENCANAAN
            Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuannya melalui serangkaian aktivitas yang ditujukan pada proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu. Proses awal perencanaan dimulai dari penetapan tujuan kemudian merinci berbagai cara, teknik dan prosedur guna mencapai tujuan tersebut. Perencanaan dikatakan efektif jika tujuan yang telah dirumuskan dapat dicapai sepenuhnya.

E.     DEFINISI RENCANA PEMASARAN
Dalam kondisi lingkungan bisnis yang senantiasa berubah dan tingkat persaingan dalam merebut pangsa pasar semakin ketat. Upaya pemasaran produk merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu organisasi bisnis, termasuk agribisnis. Kegiatan pemasaran dapat menjadi sumber kegagalan perusahaan dan atau menjadi tempat pemborosan jika tidak direncanakan dengan baik. Banyak pengusaha agribisnis, terutama yang berskala menengah ke bawah sering kali mengalami kesulitan dalam menyusun Program Pemasaran secara formal, sehingga produk yang dihasilkan tidak mampu mencapai pasar sasarannya. Rencana pemasaran adalah bagaimana sebuah organisasi bisnis dapat mencapai tujuan pemasarannya melalui sistem pemasaran yang dibentuk oleh komponen eksternal, internal, umpan balik dan wirausahawan (pelaku bisnis).
F.      ANALISA LINGKUNGAN
Lingkungan Eksternal
Lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor : 
Kondisi perekonomian negara dan didunia, kebudayaan, teknologi, permintaan produk, permasalahan hukum, persaingan bisnis, pasokan bahan baku dan lain-lain.
Lingkungan Internal
Lingkungan yang dapat dikendalikan oleh wirausahawan yang meliputi faktor :
Sumber daya keuangan, manajemen, pemasok/supplier, serta sasaran dan tujuan organisasi.

G.    BAURAN PEMASARAN
Interaksi dari keempat variabel utama dalam sistem pemasaran, yaitu : produk dan jasa, Penetapan harga, saluran distribusi dan aktivitas promosi
Keempat bauran pemasaran tersebut secara singkat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Product (produk) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi.
2.      Price (harga), yaitu sejumlah uang yang konsumen bayar untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk.
3.      Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
4.      Promotion (promosi), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi atau yang lazim disebut bauran komunikasi pemasaran (Koter, 1997:604):
a.       Advertising, yaitu semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang ditunjuk dengan mendapat bayaran.
b.      Sales promotion, yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau pembelian produk dan jasa.
c.       Public relations and publicity, yaitu berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan/atau melindungi citra perusahaan atau produk individual yang dihasilkan.
d.      Personal selling, yaitu interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.
e.       Direct marketing, yaitu melakukan komunikasi pemasaran secara langsung untuk mendapatkan respon dari pelanggan dan calon tertentu, yang dapat dilakukan dengan menggunakan surat, telepon, dan alat penghubung nonpersonal lain.

DAFTAR PUSTAKA




TUGAS ke 4 BAHASA INGGRIS BISNIS 2

As many as one thousand years ago in the southwest, the Hopi and Zuni Indians of North America were building with adobe-sun-baked brick pla...