PENGARUH BRAND IMAGE DAN HARGA TERHADAP
MINAT KONSUMEN PRODUK SARI ROTI”
(Masyarakat
kelurahan kampung melayu, Jakarta Timur)
ABSTRAK
Hijeriah :
14213111
“PENGARUH BRAND
IMAGE DAN HARGA TERHADAP MINAT KONSUMEN PRODUK SARI ROTI”
(Masyarakat
kelurahan kampung melayu, Jakarta Timur)
PI. Jurusan
Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2016
(xii + 57 + Lampiran)
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh brand image dan harga terhadap minat konsumen produk sari
roti. Objek Penelitian ini adalah masyarakat kelurahan kampung Melayu, Jakarta
Timur. Sebanyak 100 orang. Jenis Penelitian ini didapat dengan menyebar
kuisioner. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan softwere
SPSS versi 16. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah
seperti uji validitas dan reabilitas, uji asumsi klasik, regresi berganda, uji
koefisien korelasi berganda (R2), uji koefisien determinasi
berganda, uji F dan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel
secara parsial variabel brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap minat
konsumen, sedangkan variabel harga secara signifikan berpengaruh terhadap minat
konsumen dan secara simultan variabel brand image dan harga berpengaruh
signifikan terhadap minat konsumen.
Kata Kunci :
Brand Image, Harga, Minat Konsumen
Daftar
Pustaka (2004-2014)
1.1 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui :
1. Untuk menganalisis pengaruh
brand image terhadap minat konsumen untuk membeli produk sari roti
2. Untuk menganalisis pengaruh
harga terhadap minat konsumen untuk membeli produk sari roti
3. Untuk
menganalisis pengaruh brand image dan harga terhadap minat konsumen untuk
membeli produk sari roti
1.2 Manfaat Penulisan
1.
Manfaat Bagi Penulis:
a. Menambah
pengetahuan mengenai keilmuan di bidang pemasaran serta meningkatkan kemampuan
dalam penulisan ilmiah.
b. Memberikan
pemahaman teoritis seperti apa yang sudah dipelajari selama proses penelitian,
agar dapat diterapkan didalam kehidupan bermasyarakat.
2.
Manfaat Bagi Perusahaan:
a. Sebagai
bahan evaluasi mengenai permasalahan dalam strategi pemasaran yang dijalan oleh
perusahaan.
b. Memberikan
pemikiran berupa ide atau saran sebagai acuan untuk memperbaiki dan
meningkatkan strategi pemasaran yang terkait dalam usahanya untuk membangun
suatu keputusan bagi seorang konsumen untuk menggunakan jasa perusahaan.
3.1 Teori
Penelitian
Adapun
penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini dan dapat dijadikan
sebagai dasar dalam penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh:
1. Nama
: putri setyarini
Judul : analisis pengaruh kualitas produk, harga,
dan merek deterjen “attack easy” terhadap kepuasan konsumen di andina mart
gonilan, kartasura sukoharjo, fakultas ekonomi dan bisnis
Universitas
muhammadiyah surakarta.
Berdasarkan penelitian
tentang pengaruh kualitas produk, harga dan merek deterjen “Attack Easy”
terhadap kepuasan konsumen di Andina Mart Gonilan, Kartasura Sukoharjo.
2. Nama : Bella Gusniar
Judul : Pengaruh Citra Merek (Brand
Image), Harga Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Produk Hand And
Body Lotion Merek Citra (Study Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis
Universitas Dian Nuswantoro)
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan dengan mengevaluasi hasil analisis regresi, mengenai pengaruh citra
merek, harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada produk hand
and body lotion merek citra.
3. Nama
: Fitria Engla Sagita
Judul : Pengaruhbrand Image Dan
Hargaterhadap Keputusan Pembelian Ulang Produkkentucky Fried Chicken (Kfc) Di
Cabang Basko Grand Malloleh Mahasiswa Universitas Negeri Padang Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus Air Tawar Padang.
Berdasarkan hasil analisis dan
pembahasan sebelumnya, berikut ini dapat disimpulkan beberapa hal antara lain:
1. Brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ulang produk
Kentucky Fried Chicken (KFC) di cabang Basko Grand Mall oleh mahasiswa
Universitas Negeri Padang. 2. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian ulang produk Kentucky Fried Chicken (KFC) di cabang Basko
Grand Mall oleh mahasiswa Universitas Negeri Padang.
3.2 Metode Pengumpulan Data
Dalam
penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah
dengan menggunakan studi lapangan dan studi pustaka.
1.
Studi
Lapangan
Studi
lapangan digunakan untuk memperoleh data primer dengan menggunakan cara, yaitu
:
a.
Kuisioner
Kuisioner adalah
pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden
yang dijadikan sebagai sampel penelitian.
2.
Studi
Pustaka
Studi
pustaka digunakan untuk mengumpulkan data sekunder dari perusahaan, landasan
teori dan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Hal ini dilakukan
untuk mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai masalah yang sedang dibahas.
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1
Karakteristik
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin
dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang dalam pesepsi tertentu, maka
jenis kelamin responden memungkinkan untuk memiliki perbedaan antara laki-laki
dan perempuan. Komposisi responden menurut jenis kelamin disajikan pada tabel
4.1, sebagai berikut:
Tabel 4.1
Responden Berdasarkan
Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
|
No.
|
Jenis Kelamin
|
Jumlah Responden
|
Presentase
|
|
1.
|
Laki-laki
|
33
|
33%
|
|
2.
|
Perempuan
|
67
|
67%
|
|
Total
|
100
|
100%
|
|
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Gambar 4.1
Dalam penelitian ini peneliti
melakukan penelitian terhadap 100 responden, jumlah responden berjenis
laki-laki 33 atau 33% responden dan jumlah responden berjenis perempuan terdiri
dari 67 atau 67% responden.
4.1.2
Karakteristik
Responden berdasarkan Pendapatan
Tinggi
rendahnya
pendapatan seseorang akan berpengaruh terhadap persepsi yang berbeda dalam
mengambil sebuah keputusan. Dapat dilihat dengan gambar 4.2 berikut :
Tabel 4.2
Responden
Berdasarkan Pendapatan
|
|
Frequency
|
Pendapatan
|
Persentasi
|
|
1
|
26
|
<500.000
|
26%
|
|
2
|
44
|
500.000-100.000
|
44%
|
|
3
|
30
|
>1.000.000
|
30%
|
|
Total
|
100
|
100,0
|
100,0
|
Responden
Berdasarkan Pendapatan
Gambar 4.2
Dalam penelitian ini peneliti
melakukan penelitian terhadap 100 responden berdasarkan pendapatan, jumlah
responden yang mempunyai pendapatan Rp < 500.000 terdiri dari 26 atau
26% responden, pendapatan Rp500.000 -
Rp1.000.000 terdiri dari 44 atau 44% responden, dan pendapatan >1.000.000
terdiri dari 30 atau 30% responden.
4.1.3
Identitas Responden
Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Berdasarkan data penelitian yang dilakukan dari penyebaran kuesioner maka
diperoleh data tentang pekerjaan responden yang dapat dilihat pada tabel
berikut :
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
|
No.
|
Pekerjaan Responden
|
Jumlah Responden
|
Presentase
|
|
1.
|
Ibu rumah tangga
|
50
|
50%
|
|
2.
|
Pegawai Negeri/Swasta
|
15
|
15%
|
|
3.
|
pelajar
|
35
|
35%
|
|
Total
|
100
|
100%
|
|
Sumber : Hasil Kuesioner
Gambar 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Dari tabel dan gambar diatas menunjukan bahwa dari 100 orang responden yang
dijadikan sampel dalam penelitian ini, 50% atau 50 orang berprofesi sebagai ibu
rumah tangga, 15% atau 15 orang berprofesi sebagai pegawai negeri/swasta, 35%
atau 35 orang dengan berprofesi pelajar. Jumlah responden yang berprofesi
sebagai ibu rumah tangga lebih banyak dikarenakan mereka yang lebih sering
membeli produk sari roti.
4.2
Hasil
Uji Instrumen Penelitian
4.2.1
Uji
Validitas
Uji validitas digunakan untuk
memilih diantara item-item pertanyaan yangrelevan untuk dianalisis dengan cara
menguji korelasi antara skor item pertanyaan dan skor total dari pertanyaan
tersebut. Dalam penelitian menggunakan cara membandingkan nilai r hitung r
tabel untuk degree of freedom (df) =
n – 2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Pada kasus ini jumlah sampel (n) =
100 dan besarnya df dapat dihitung 100 – 2 = 98 dan alpha = 0,05 di dapat r tabel sebesar 0,1996.
Tabel 4.4
Uji Validitas
|
|
Variabel Indikator
|
Corrected Item-Ipha Total
Correlation
|
Croncbach’s A
|
Keterangan
|
|
|
Brand
Image (X1)
|
|
0,821
|
Reliabel
|
|
1
|
Merek Sari roti
merupakan merek yang terkemuka di Indonesia
|
0,674
|
|
Valid
|
|
2
|
Merek
sari roti mudah di ingat
|
0,598
|
|
Valid
|
|
3
|
Merek
sari roti salah satu yang konsisten dengan kualitasnya
|
0,540
|
|
Valid
|
|
4
|
Brand
image atau design gambar sudah sesuai dengan keinginan Anda
|
0,496
|
|
Valid
|
|
5
|
PT.
Nippon Indosari Corpindo menghasilkan
makanan yang jujur, yang menyajikan berbagai macam rasa
|
0,674
|
|
Valid
|
|
6
|
PT.
Nippon Indosari Corpindo menghasilkan makanan yang tidak pernah mengecewakan
konsumennya
|
0,598
|
|
Valid
|
|
|
Harga
(X2)
|
|
0,699
|
Reliabel
|
|
1
|
Harga
sari roti sesuai dengan harapan saya
|
0,735
|
|
Valid
|
|
2
|
Harga
sari roti bisa bersaing dengan merek roti lainnya
|
0,349
|
|
Valid
|
|
3
|
Sari
roti memiliki harga yang sesuai dengan kualitas yang ditawarkan
|
0,735
|
|
Valid
|
|
4
|
sari
roti sering memberikan discount pada saat melakukan promosi tertentu
|
0,222
|
|
Valid
|
|
5
|
Sari
roti sesuai dengan daya beli saya
|
0,332
|
|
Valid
|
|
|
Minat
Konsumen (Y)
|
|
0,689
|
Reliabel
|
|
1
|
Kualitas
produk sari roti mempengaruhi minat beli saya
|
0,293
|
|
Valid
|
|
2
|
Harga
pasaran sari roti m4empengaruhi minat beli saya
|
0,331
|
|
Valid
|
|
3
|
Saya
membeli produk sari roti karena mudah di dapatkan
|
0,665
|
|
Valid
|
|
4
|
Adanya
informasi dari pihak lain melalui iklan televisi mempengaruhi minat beli saya
|
0,318
|
|
Valid
|
|
5
|
Saya
ingin membeli kembali produk sari roti
|
0,665
|
|
Valid
|
Sumber: hasil kuisioner
yang diolah menggunakan SPSS 16, 2015
Pada hasil pengolahan data pada
tabel diketahui bahwaa seluruh pertanyaan telah valid, karena dengan
menggunakan persyaratan minimal corrected item total correation sebesar 0,1996
untuk validitas dan Cronbach alpha sebesar 0,60 untuk reabilitas.
4.2.2
Uji
Reliabilitas
Uji Realibilitas merupakan tingkat
kehandalan suatu instrumen penelitian. Pengujian reliabilitas akan dilakukan
dengan menggunakan Croncbach Alpha.
Hasil pengolahan data untuk uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 4.5
Uji Reliabilitas
|
Variabel
|
Jumlah Indikator
|
Cronbach’s Alpha
|
Keterangan
|
|
Brand Imaga (X1)
|
6
|
0,821
|
Reliabel
|
|
Harga (X2)
|
5
|
0,699
|
Reliabel
|
|
Minat Konsumen (Y)
|
5
|
0,689
|
Reliabel
|
Sumber : hasil
kuisioner diolah menggunakan SPSS 16, 2015.
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan
bahwa setiap variabel diatas memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,60. Jadi
dapat disimpulkan bahwa alat ukur kuisioner dalam penelitian ini reliabel.
4.2.3
Uji
Asumsi Klasik
4.2.3.1
Uji
Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk
mengetahui data variabel penelitian berdistribusi normal atau tidak.pengujian
normalitas menggunakan teknik analisis Kolmogrov-Smirnov
dan menggunakan program SPSS 16. Hasil uji normalitass untuk masing-masing
diensi dan variabel penelitian disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.6
Uji Normalitas
|
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
|
||||
|
|
|
totalbrand
|
totalharga
|
Totalminat
|
|
N
|
100
|
100
|
100
|
|
|
Normal Parametersa
|
Mean
|
19.61
|
16.70
|
17.44
|
|
Std. Deviation
|
4.065
|
3.672
|
3.852
|
|
|
Most Extreme Differences
|
Absolute
|
.090
|
.118
|
.107
|
|
Positive
|
.076
|
.118
|
.065
|
|
|
Negative
|
-.090
|
-.091
|
-.107
|
|
|
Kolmogorov-Smirnov Z
|
.904
|
1.183
|
1.073
|
|
|
Asymp. Sig. (2-tailed)
|
.388
|
.122
|
.200
|
|
|
a. Test distribution is Normal.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber:
hasil kuisioner diolah menggunakan SPSS 16, 2015
Hasil uji normalitas diatas dapat
diketahui bahwa semua dimensi dan variabel penelitian mempunyai nilai
signifikan lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data
penelitian berdistribusi normal.
4.2.3.2 Uji Multikolineritas
Uji multikoleniaritas dilakukan
untuk mengetahui besarnya interkolerasi antara variabel bebas dalam penelitian
ini. Jika terjadi kolerasi maka terjadi multikolinieritas. Untuk mengetahui ada
tidaknya multikolinieritas dapat dilihat pada nilai VIF. Apabila nilai VIF nya
di bawah 10 maka tidak terjadi multikolinearitas. Hasil uji multikolinearitas
pada penelitian ini disajikan pada table dibawah ini:
Tabel 4.7
Hasil Uji
Multikolineritas
|
Model
|
Collinearity Statistics
|
|||||
|
Tolerance
|
VIF
|
|||||
|
1
|
(Constant)
|
|
|
|||
|
Brand Image
|
.471
|
2.125
|
||||
|
Harga
|
.471
|
2.125
|
||||
Sumber:
hasil kuisioner diolah menggunakan SPSS 16, 2015
Dari tabel diatas terlihat bahwa
semua dimensi yaitu brand image dan harga mempunyai nilai VIF dibawah 10,
sehingga dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini tidak terjadi
multikolinieritas.
4.2.3.3
Uji
Heteroskedastisitas
Uji heteroskeditas bertujuan
menguji apakah dalam regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu
pengamatan ke pengengamatan yang lain. Heteroskedastisitas menunjukkan
penyebaran variabel bebas. Penyebaran yang acak menunjukkan model regresi yang
baik, dengan kata lain tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk menguji
heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan grafik scatterplot dengan pola
titik-ttik yang menyebar diatas dan dibawah sumbu Y. Berikut hasil pengolahan
menggunakan program SPSS 16:
Gambar 4.4
Uji
Heteroskedastisitas
Sumber:
hasil kuisioner diolah menggunakan SPSS 16, 2015
Pada grafik scatterplot terlihat
bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun
dibawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
heteroskedastisitas pada model regresi ini.
4.2.4
Analisis
Regresi Berganda
Hasil dari analisis regresi adalah
berupa koefisien untuk masing-masing variabel independen. Dalam penelitian ini
variabel independen yang digunakan adalah Brand Image (X1) dan Harga (X2).
Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah minat konsumen
pada produk sari roti (Y).
Hasil perhitungan software SPSS
(Statistical Package for Social Science) versi 16, Berdasarkan tabel 4.5
diperoleh persamaan regresi linear berganda adalah:
Tabel 4.8
Hasil Analisis
Regresi Berganda
|
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
Standardized Coefficients
|
T
|
Sig.
|
|||||||
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
|||||||||
|
1
|
(Constant)
|
10.205
|
1.826
|
|
5.588
|
.000
|
|||||
|
Brand Image
|
-.026
|
.127
|
-.027
|
-.205
|
.838
|
||||||
|
Harga
|
.464
|
.141
|
.442
|
3.296
|
.001
|
||||||
Sumber: hasil kuisioner
diolah menggunakan SPSS 16, 2015.
Persamaan
regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
![]() |
Dimana
:
Y
= Minat Konsumen
a
= Konstanta
b1
= Koefisien regresi dari Brand Image
X1 = Brand Image
b2
= koefisien regresi dari Harga
X2
= Harga
e
= error / variabel pengganggu
Nilai koefisien dapat dilihat pada
tabel Coefficients dan dimasukkan pada persamaan berikut ini:
Y
= 10.205 - 0.026 (X1) + 0.464 (X2)
Berdasarkan hasil persamaan regresi
linier berganda terssebut dapat dijelaskan bahwa:
1. Konstanta sebesar 10.205 menyatakan bahwa jika tidak ada variabel brand
image dan harga
maka tingkat minat konsumen pada produk sari roti
sebesar 10.205
2. Koefiesien
regresi X1 sebesar -0.026 artinya apabila variabel brand image menurun sebesar satu satuan,
maka minat konsumen akan menurun sebesar -0,026
3. Koefisien regresi X2 sebesar
0.464 menyatakan bahwa jika ditambahkan satu-satuan pada variabel
harga maka tingkat
minat Konsumen pada produk
sari roti naik sebesar 0.464
Berdasarkan hasil analisis regresi
linear berganda diatas terlihat bahwa semua variabel independen brand
image dan harga berpengaruh positif dan
signifikan terhadap minatKonsumen pada produk sari roti.
4.2.5
Koefisien
Determinasi
Koefisien determinasi (R2)
pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi
variabel independen, nilai koefisien determinasi (R2) yang mendekati
1 berarti variabel-variabel independennya memberikan hampir semua informasi
yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependent (Y). Koefisien ini
menunjukkan seberapa besar persentase variasi variabel independent yang
digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependent.
Dalam hasil analisis regresi, dapat
dilihat pada output model summary
yang disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.9
Hasil Koefisien
Determinasi (R2)
|
|
||||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
||
|
1
|
.423a
|
.179
|
.162
|
3.526
|
||
|
Sumber : hasil kuisioner diolah menggunakan SPSS
16, 2015
a. Predictors: (Constant), kualitas, harga
|
||||||
|
b. Dependent Variable: kepuasan
|
||||||
Nilai Adjusted R square sebesar
0,162 berarti variabel independen (brand
image dan harga) mampu menjelaskan 91,1% terhadap kepuasaan konsumen
sedangkan 9,8% sisanya dijelaskan oleh fakor lain yang tidak dijelaskan dalam
penelitian ini.
4.3
Pengujian
Hipotesis
4.3.1
Pengujian
Secara Parsial (Uji T)
Uji T bertujuan untuk mengetahui
apakah terdapat pengaruh secara parsial (individu) dari variabel independen
brand image dan harga terhadap variabel dependen minat konsumen ditunjukkan
pada tabel berikut:
Tabel 4.10
Uji t
Coefficientsa
|
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
Standardized Coefficients
|
T
|
Sig.
|
||||
|
B
|
Std. Error
|
Beta
|
||||||
|
1
|
(Constant)
|
10.205
|
1.826
|
|
5.588
|
.000
|
||
|
Brand Image
|
-.026
|
.127
|
-.027
|
-.205
|
.838
|
|||
|
Harga
|
.464
|
.141
|
.442
|
3.296
|
.001
|
|||
Sumber: hasil kuisioner diolah menggunakan SPSS 16,
2015.
Perumusan hipotesis :
Ho:
Tidak terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel kualitas pelayanan
secara parsial terhadap kepuasan konsumen.
Ha:
Terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel kualitas pelayanan secara
parsial tehadap kepuasan konsumen.
Berdasarkan hasil uji t pada tabel
4.9 maka diketahui hal-hal sebagai berikut :
1. brand image
Hasil pengujian menunjukkan bahwa
nilai t hitung (-0,205) > t tabel (1,660) dan tingkat signifikan variabel brand imagesebesar
0,838<
0,05. Maka Ho ditolak hal ini berarti
bahwa variabel brand image berpengaruh
secara signifikan terhadap minat kepuasan produk Sari Roti
2. Harga
Hasil pengujian menunjukkan bahwa
nilai t hitung (3,296 > t tabel (1,660) tingkat signifikan variable harga sebesar 0,001<
0,05. Maka Ho ditolak, hal ini berarti
bahwa variabel hargaberpengaruh
secara signifikan terhadap minat kepuasan produk sari Roti .
4.3.2
Pengujian
Secara Simultan (Uji F)
Uji statistik F pada dasarnya
menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model
mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependennya. Hasil
perhitungan uji F ini dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut:
Tabel 4.11
Hasil Uji f
|
ANOVAb
|
|||||||||
|
Model
|
Sum of Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
||||
|
1
|
Regression
|
262.332
|
2
|
131.166
|
10.547
|
.000a
|
|||
|
Residual
|
1206.308
|
97
|
12.436
|
|
|
||||
|
Total
|
1468.640
|
99
|
|
|
|
||||
|
a. Predictors: (Constant), totalharga, totalbrand
|
|
|
|||||||
|
|
|
|
|
||||||
Sumber: hasil kuisioner
diolah menggunakan SPSS 16, 2015.
Perumusan Hipotesis:
Ho
= Minat konsumen secara simultan tidak mempunyai pengaruh
yang
signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
Ha
= Minat konsumen secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
kepuasan pelanggan.
Hasil pengujian
menunjukan bahwa secara simultan variabel independen (brand image dan harga) berpengaruh signifikan terhadap Minat
konsumen dengan nilai F hitung (10,547) > F tabel (3,94) signifikansi 0,000
(<0,05), maka Ho ditolak.
.
4.4
Rangkuman
Hasil Pembahasan
1)
Hasil analisis validitas dan reabilitas
pada hasil pengolahan data pada table diketahui bahwa seluruh pernyataan telah
valid, karena dengan menggunakan persyaratan minimal corrected item total correlation>0,1996 R-tabel untuk validitas
dan cronbach alpha>0,60 untuk
reabilitas.
2)
Analisis Regresi Linier Berganda
menghasilkan model persamaan regresi sebagai berikut:
Y
= 10.205 + (-0.026) (X1) + 0.464 (X2)
Berdasarkan hasil persamaan
tersebut terlihat bahwa semua variable independen brand image dan harga
berpengaruh dan signifikan terhadap minat konsumen produk Sari Roti.
3)
Dalam pengujian hipotesis menggunakan
Uji F dan Uji T. Uji F menunjukan bahwa brand
image dan harga secara simultan berpengaruh terhadap minat konsumen produk
sari roti. Sedangkan untuk Uji T menunjukan bahwa brand image dan harga yang secara parsial memiliki pengaruh
terhadap minat konsumen produk sari roti. Analisis Koefisien Determinasi (R2)
menghasilkan nilaiAdjusted R square sebesar
0,162 berarti variabel independen (brand
image dan harga) mampu menjelaskan 91,1% terhadap kepuasaan konsumen
sedangkan 9,8% sisanya dijelaskan oleh fakor lain yang tidak dijelaskan dalam
penelitian ini.
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian mengenai Analisis Pengaruh Brand Image dan Harga terhadap
Minat Konsumen Produk Sari Roti. Maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut
:
1.
Variabel
brand
image secara parsial tidak
berpengaruh signifikan terhadap minat konsumen karena hasil uji hipotesis didapat bahwa nilai
t hitung lebih kecil dari t tabel.
2.
Variabel
harga
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap minat
konsumen karena hasil uji hipotesis didapat bahwa nilai t
hitung lebih besar dari t tabel.
3.
Dari
hasil uji signifikansi simultan (F-test) nilai F lebih besar dari 0,05. Dari
hasil uji F disimpulkan bahwa variabel brand image dan harga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap minat
konsumen.
