ungu

Senin, 23 November 2015

Pelaksanaan Pelayanan konsumen (Berdasrkan Konsep Sikap, Penampilan dan Tindakan)



Pelaksanaan Pelayanan konsumen (Berdasrkan Konsep Sikap, Penampilan dan Tindakan)


Description: Description: LOGO_GUNADARMA

Kelompok 1
1.     Anita Ramsay A (11213101)
2.     Astri Sri Rahma (11213459)
3.     Danissa Inggarningrum (12213025)
4.     Dea Prastiwi (12213068)
5.     Hijeriah (14213111)
6.     Wiga Nurlia Martini (19213280)








BAB I
PENDAHULUAN
Abad 21 sekarang ini merupakan abad yang penuh tantangan yang tidak dapat dielakan. Dalam memasuki abad 21, dinamika perekonomian dunia ditandai oleh perubahan yang sangat cepat dalam bidang transportasi, telekomunikasi dan travel yang terkenal dengan “tripel T revolution”. Dampak revolusi ketiga aspek tersebut akan terasa dimanapun di berbagai belahan bumi sehingga hanya bangsa yang bersiap sajalah yang dapat mengantisipasi kebutuhan dunia dan mulai memberikan pelayanan terbaiknya terhadap masyarakat sesuai dengan keinginan mereka (customization). Dalam hubungan ini manajemen pemerintahan harus dapat terus menerus memantapkan diri dalam meningkatkan daya guna dan hasil guna pelayanan terhadap masyarakat pengguna jasanya.






















BAB II
PEMBAHASAN
Sikap yang perlu dimiliki oleh pegawai  berdasarkan konsep pelayanan prima adalah sebagai berikut.
1.    Rasa memiliki terhadap instansi.
2.    Rasa kebanggaan terhadap pekerjaan.
3.    Loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan.
4.    Ingin menjaga martabat dan nama baik instansi.
Berdasarkan konsep sikap, untuk mewujudkan pelayanan prima kepadapelanggan/masyarakat perlu memperlihatkan kemampuan diri dan penampilan seseorang atau kelompok secara optimal.

Kemampuan diri
Kemampuan diri adalah kemampuan optimal yang harus dimiliki seseorang dalam memberikan pelayanan berkaitan dengan wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya.

Penampilan
Penampilan adalah suatu bentuk citra diri yang terpancar pada diri seseorang dan akan menambah kepercayaan diri seseorang dalam bersikap.

1.      Pelayanan pelanggan/masyarakat berdasarkan penampilan serasi.
Hal-hal yang harus diperhatikan, agar penampilan serasi adalah sebagai berikut.
a. Penampilan serasi dengan berhias diri. Berhias yang rapi dan menarik akan tampaklah penampilan yang serasi, tidak harus mewah dan mahal.
b. Penampilan serasi dengan busana dan aksesoris yang baik, cara berbusana yang baik merupakan ciri khusus yang menunjukkan kepribadian dan kewibawaan. Berbusana yang baik berarti memperhatikan penampilan diri (personal appearance) secara keseluruhan.
c. Penampilan serasi dengan kepribadian dan ekspresi wajah yang simpatik dan menarik. Perilaku simpatik ini mempunyai andil besar dalam menciptakan hubungan yang baik. Oleh karena itu berusaha lah menampilkan ekspresi wajah yang bersahabat.
2.      Pelayanan pelanggan/masyarakat dengan berpikir positif
Berfikir positif artinya berfikir sehat, logis dan masuk akal (rasional). Untuk memelihara pola berpikir positif ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

a. Melayani pelanggan/masyarakat dengan penuh rasa hormat
b. Menghindari sikap berprasangka buruk terhadap pelanggan/masyarakat
c. Tidak mencari atau memanfaatkan kelemahan pelanggan/masyarakat.

3.      Pelayanan pelanggan/masyarakat dengan sikap menghargai
Salah satu sifat manusia adalah perasaan yang ingin dihargai dan dihormati. Pelanggan/masyarakat yang merasa dihargai akan termotivasi untuk berinteraksi dengan kita. Sikap menghargai pelanggan/masyarakat adalah sikap memanusiakan dan menempatkan diri pelanggan/masyarakatsebagai orang yang paling penting. Hal ini untuk menjaga dan memelihara kelangsungan hubungan antara instansi  dengan pelanggan/masyarakat. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sikap menghargaipelanggan/masyarakat adalah sebagai berikut:
a.       Setiap pelanggan/masyarakat harus dilayani dengan sebaik-baiknya
b.      Jangan sekali-sekali membeda-bedakan pelanggan/masyarakat.
c.       Bersikap hormat, ramah, dan gunakan tutur kata yang baik dan santun.
d.      Setiap menghadapi pelanggan/masyarakat, pergunakanlah istilah 3S, yaitu senyum, sapa, dan salam.
e.       Selalu menjaga perasaan pelanggan/masyarakat dan berbicara jujur.
f.       Sigap, cekatan dalam membantu keinginan pelanggan/masyarakat.
g.      Selalu tenang dan dan sabar dalam memberikan segala informasi kepada pelanggan/masyarakat.
h.      usahakan sikap menghargai pelanggan/masyarakat secara konsisten, artinya tidak berubah-ubah.

4.      Melayani pelanggan dengan sikap menghargai
Melaksanakan pelayanan prima berdasarkan sikap dapat pula dilakukan dengan cara melayani kolega dan pelanggan dengan sikap menghargai. Perlu kita sadari bahwa setiap orang ingin dihargai dan dihormati. Demikian pula pelanggan tentu saja ingin dihormati dan dihargai oleh pelayan atau pedagang. Dengan demikian, antara pelayan dan pelanggan hendaknya saling menghormati dan menghargai. Sikap saling menghargai dapat ditunjukkan oleh tutur bahasa yang baik, ekspresi wajah yang sopan, ramah dan simpatik, serta  sikap yang bersahabat.
-          Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan oleh pelayan atau penjual dalam melayani kolega atau pelanggan dengan sikap menghargai adalah sebagai berikut :
1.      Menyapa kolega atau pelanggan yang baru datang dengan sikap dan tutur bahasa yang baik, ramah, sopan dan bersahabat.
2.      Mendengarkan setiap permintaan kolega atau pelanggan dengan sikap penuh perhatian dan pengahrgaan.
3.      Menciptakan suasana yang menyenangkan dengan sikap simpatik, sopan santun dan ramah tamah.
4.      Melayani kolega atau pelanggan dengan sikap yang bijaksana tanpa memperhatikan latar belakang dan status sosial pelanggan.
5.      Melayani pelanggan dengan tetap berpikiran positif dan tidak mudah marah.

-          Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan oleh pelayan atau penjual dalam melakukan pendekatan persuasive kepada pelanggan adalah sebagai berikut.
1.      Memberikan perhatian kepada pelanggan dengan menggunakan tutur bahasa yang baik dan menarik.
2.      Mempelajari terlebih dahulu harapan, kebutuhan, perasaan, dan karakter pelanggan.
3.      Mendengarkan pendapat pelanggan, dengan ramah dan penuh perhatian, kemudian menjelaskan manfaat produk yang telah menjadi perhatiannya.




5.      Mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan
Pelayanan prima berdasarkan konsep perhatian dapat diterapkan dengan cara mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan. Cara-cara yang efektif dalam mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan dapat dilakukan seperti berikut ini :
1.      Melakukan pendekatan kepada pelanggan dengan sikap yang empati
2.      Menghindari sikap mencari-cari alasan
3.      Tidak memberikan interpretasi atau penafsiran yang keliru tentang pelanggan
4.      Berusaha dengan penuh perhatian untuk mendengarkan permintaan dan kebutuhan pelanggan
5.      Mencatat semua kebutuhan pelanggan agar tidak lupa
6.      Menanyakan kembali kebutuhan pelanggan jika lupa atau kurang jelas
7.      Memberikan penjelasan dengan sejujur-jujurnya tentang kondisi kualitas dan harga barang yang akan dibeli oleh pelanggan

6.      Mencurahkan Perhatian pada Pelanggan
Dalam rangka memenangkan persaingan dalam bisnis jasa pelayanan tidak cukup hanya melakukan proses administrasi dengan cepat saja. Yang terpenting adalah bagaimana para petugas pelayanan mampu memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap para pelanggannya, sehingga pelanggan merasa dirinya dipentingkan, sekaligus ditumbuhkan kepercayaan, rasa aman dan diharapkan dapat ditimbulkan loyalitas yang tinggi terhadap barang dan jasa yang kita tawarkan. Petugas pelayanan merupakan pasukan terdepan yang berhadapan langsung dengan konsumen/pelanggan, sehingga mereka harus betul-betul mengetahui kebutuhan pelanggan, mengetahui cara merespon keinginan pelanggan, memiliki pengetahuan dan keterampilan khususnya ilmu menjual atau seni menjual (the art of selling), pandai bicara dan mampu mempengaruhi orang lain. Di samping itu, harus ada upaya-upaya untuk mempertahankan kualitas pelayanan prima tersebut, tidak hanya sekedar untuk memuaskan dalam arti umum saja, tetapi harus juga memiliki kualitas dalam penawaran dan pelayanan yang prima sepanjang waktu.
-          Faktor-faktor lain yang juga harus mendapat perhatian dari pimpinan perusahaan jasa pelayanan, khususnya para petugas pelayanan dalam melayani pelanggan, yaitu:
1.      Kenalilah diri sendiri, Dengan mengenal diri kita sendiri kita akan mengetahui seberapa jauh kemampuan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan.


2.      Kenalilah barang dan jasa yang kita tawarkan
3.      Kenalilah apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan pelanggan dan hargailah kepentingannya
4.      Kenalilah karakter pelanggan
5.      Berikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap keluhan pelanggan
6.      Jagalah sopan-santun saat berkomunikasi dan melayani pelanggan
7.      Bersikaplah bijaksana dalam mengambil keputusan, usahakan harus saling menguntungkan kedua belah pihak
8.      Tetap menjaga rahasia pribadi pelanggan
9.      Usahakanlah pada kesempatan tertentu dapat memberikan motivasi dan saran-saran yang baik yang harus dilakukan pelanggan, menyangkut barang dan jasa yang dibutuhkannya.

-          Memusatkan Perhatian pada Pelanggan
Ada beberapa cara yang harus ditempuh, antara lain:
1.      Mendengarkan dengan penuh perhatian semua yang diutarakan pelanggan
2.      Menanggapi pembicaraan pelanggan, bila pelanggan mengharapkan tanggapan kita
3.      Bila sedang melayani pelanggan, tempatkanlah kepentingan pelanggan pada nomor satu
4.      Berusahalah menduga-duga, kira-kira apa saja yang diinginkan pelanggan
5.      Bertindaklah tenang maka kita menyejukkan hati pelanggan
6.      Perhatikanlah nada bicara kalian, jangan terlampau rendah (kurang percaya diri) dan jangan terlampau tinggi (emosi, kesal atau marah)
7.      Perhatikan gelagat pelanggan, apakah positif, negatif atau acuh tak acuh

-          Memberikan Pelayanan yang Efisien
Ada beberapa cara yang harus ditempuh, antara lain:
1.      Pergunakan waktu seefisien mungkin
2.      Layani pelanggan berikutnya, setelah selesai melayani pelanggan yang pertama
3.      Bicaralah seperlunya dengan pelanggan, jangan terlalu banyak basa-basi
4.      Tawarkan pilihan lain bila pelayanan dirasakan terlalu lama untuk suatu hal tertentu
5.      Jawablah pertanyaan pelanggan dengan singkat, cepat dan tepat, tanpa bertele-tele
6.       Layani pelanggan sampai tuntas.



-          Meningkatkan Harga Diri Pelanggan
Cara yang dapat ditempuh, antara lain:
1.      Kenalilah kehadiran pelanggan dengan segera
2.      Pujilah dengan tulus dan berikan rasa hormat kepada pelanggan
3.      Perlakukan setiap pelanggan sebagai orang penting dan perhatikan kepentingannya
4.      Jangan menggurui pelanggan walaupun kalian lebih pintar dari pelanggan
5.      Tanyakan namanya dengan sopan dan sebut namanya sesering mungkin.

-          Membina Hubungan Baik dengan Pelanggan
Cara yang dapat ditempuh, antara lain:
1.      Tunjukkan simpati dan bicaralah dengan penuh perhatian untuk menunjukkan bahwa kita memahami perasaan pelanggan
2.      Persilakan pelanggan menanggapi dan berusaha menyelesaikan masalah
3.      Layanilah dengan sopan dan penuh keakraban, tetapi tidak terkesan sok akrab

-          Dapat Menentukan Keinginan Pelanggan
Cara yang dapat ditempuh, antara lain:
1.      Menanyakan kepada pelanggan apa saja keinginannya
2.      Tanyakan kembali kepada pelanggan, apa saja yang diinginkannya
3.      Kemudian, tentukan intisari yang diinginkan pelanggan

-          Memberikan Penjelasan
Cara yang dapat ditempuh, antara lain:
1.      Jelaskan kepada pelanggan tentang sesuatu hal yang tidak diperkenankan dilakukan, karena suatu hal tersebut semata-mata merupakan kebijakan perusahaan
2.      Bila jasa pelayanan tersebut tidak dapat diberikan kepada pelanggan, jelaskan secara logis dan rasional sehingga pelanggan mengerti dan menerima penjelasan kita.

-          Mengalihkan Pelayanan kepada Petugas Lain

Cara yang dapat ditempuh, antara lain:
1.      Bila permintaan pelanggan tidak dapat kita layani, segera minta bantuan rekan lain yang mampu mengatasi
2.      Segera sampaikan permohonan maaf sambil memperkenalkan rekan kita yang akan membantu memberikan penjelasan lebih lanjut kepada pelanggan.

7.      Tindakan pelayanan bagi pelanggan internal
1.      Pelanggan internal
Adalah orang atau divisi yang berada dalam perusahaan dan memiliki pengaruh pada performa pekerja / perusahaan. Contoh : bagaian-bagian pembelian,produksi, penjualan, pembayaran gaji, rekrutmen, dan karyawan. Seperti : bagian pembayaran gaji harus memandang karyawan yang akan dibayar gajinya sebagai pelanggan yang harus dipuaskan seperti menerima pembayaran gaji tepat waktu dan tepat jumlah,tanpa kesalahan administrasi,dan lain lain mutlak diperhatikan oleh bagian pembayaran gaji yang dalam hal ini bertindak sebagai pemasok internal.
2.      Konsep Kepuasan Pelanggan Internal
Tidak mungkin terjadi “fokus pada pelanggan” tanpa didahului oleh “fokus pada karyawan”.Oleh karena itu,jika kita bicara “fokus pada pelanggan” maka konteks seharusnya adalah “pelanggan internal dan eksternal”.Dalam hal ini terkadang perusahaan lupa.Ia terlalu banyak berkonsentrasi pada pelanggan eksternal,kurang memperhatikan pelanggan internalnya. Biasanya perusahaan memfokuskan layanan pelanggan secara eksternal.Jutaan rupiah dialokasikan untuk kepentingan ini dengan harapan akan berhasil merayu dan mempertahankan pelanggan. Sementara itu,hanya sedikit perhatian yang diberikan pada layanan secara internal.Padahal,layanan pelanggan secara internal yang buruk berpengaruh pada kepuasan pelanggan penghubung dan pelanggan eksternal.
Agar layanan kepada pelanggan berjalan baik,pastikan komitmen perusahaan/organisasi pada layanan pelanggan secara internal sesuai dengan fokus perusahaan pada perhatian pelanggan eksternal. Ketika berpikir tentang layanan pelanggan kita berpikr tentang karyawan yang melayani pelanggan di konter atau telepon.Tapi sebenarnya layanan pelanggan terjadi juga dalam perusahaan dengan jenis usaha yang lain.Seberapa baik karyawan anda melayani pelanggan internal atau divisi lain. Mutu pelayanan yang diberikan kepada pelanggan eksternal seringkali ditentukan oleh mutu pelayanan yang saling diberikan pelanggan internal yaitu karyawan satu sama lain. Perusahaan diharapkan menciptakan filosofi ‘pelanggan internal”,yaitu dengan cara mendorong partisipasi karyawan dalam melakukan perbaikan pelayanan.
 Konsep kepedulian pelanggan akan lebih dipahami apabila seluruh organisasi menyadari bahwa mereka mempunyai pelanggan.Mutu pelayanan yang dipasok ke karyawan dalam organisasi menetukan seberapa baik pelanggan luar dilayani.


3.      Cara meningkatkan mutu pelayanan internal :
-          Memehami tentang kebutuhan pelanggan internal.
-          Perbaikan proses kerja.
-          Standarilisasi dan penghargaan.

8.      Tindakan pelayanan bagi pelanggan eksternal
1.      Pelanggan eksternal
Pelanggan eksternal adalah pembeli atau pemakai akhir produk,sering disebut sebagai pelanggan nyata.Pelanggan exsternal merupakan orang yang membayar untuk menggunakan produk yang dihasilkan.Sebagai contoh pasar swalayan (supermarket) yang menerima pembayaran dengan menggunakan kartu kredit.Dalam kasus ini,pelanggan pembayaran (bank) maupun pelanggan pemakai produk (pemegang kartu) harus dipuaskan oleh pasar swalayan yang bertindak sebagai pemasok.
2.      Prinsip Dasar Kepuasan Pelanggan Eksternal
Kepuasan pelanggan sangattergantung pada persepsi dan harapan pelanggan.Sebuah perusahaan perlu mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi dan harapan pelanggan.Faktor-faktor tersebut diantaranya sebagai berikut :
1.      Kebutuhan dan keinginan,yaitu berkaitan dengan hal-hal yang dirasakan oleh pelanggan
2.      Pengalaman masa lalu ketika mengkonsumsi produk dan layanan.
3.      Pengalaman teman-teman,cerita teman pelanggan tentang kualitas produk dan layanan.
4.      Komunikasi melalui iklan dan pemasaran atau persepsi yang timbul dari image iklan.
Tingkat kepuasan yang diperoleh para pelanggan sangat berkaitan erat dengan standar kualitas barang/jasa yang mereka nikmati. Sifat kepuasan bersifat subjektif, namun dapat diukur melalui survey atau indeks kepuasan pelanggan masyarakat. Kepuasan pelanggan dibangun atas dasar beberapa prinsip yang digunakan Untuk menilai suatu organisasi dalam memberikan pelayanan: tangibles (bukti nyata), realibility (terpercaya, tahan uji), responsiveniss (respon, cepat tanggap), assurance (kepastian), empathy (empati).
·         Ada 5 prinsip utama yang harus djalankan agar pelanggan menjadi sangat puas atau setidaknya terpenuhi ekspstasinya.
1.      Memahami pelanggan,pelanggan adalah manusia yang harus dikelola keinginannya.memahami pelanggan merupakan langkah pertama yang terpenting.Apabila anda berhasil memahami kebutuhan pelanggan,maka langkah berikutnya akan terasa mudah dan membuat anda senang.
2.      Membuat pelanggan mengerti semua layanan anda.pelanggan yang sudah datang ke perusahaan anda bisa dipastikan telah memiliki keparcayaan dengan produk layanan yang disediakan.Atau setidaknya mereka telah mendengar berita positif tentang usaha anda. Buatlah mereka mengetahui secara lengkap dan jelas semua produk/ layanan yang perusahaan Anda miliki. Jangan biarkan mereka pulang dengan informasi yang tidak lengkap atau bahkan salah persepsi.
3.      Menciptakan kesan positif Kesan positif yang terekam di benak customer Anda akan selalu diingat. Hal sederhana yang bisa dilakukan misalnya adalah dengan memberikan senyum/ salam yang ramah, menjaga kebersihan, mau mendengarkan dan membantu mereka dengan tulus serta cepat tanggap. Percayalah! Mereka akan menceritakan ’kebaikan’ perusahaan Anda kepada orang-orang terdekatnya sehingga akan menciptakan WOM (Word of Mouth) yang baik.
4.      Senantiasa menggunakan kata-kata positif Kata-kata yang positif akan ditangkap oleh customer sebagai kesan yang positif juga. Sebaiknya jangan pernah menggunakan kata-kata negatif karena akan memberikan citra negatif untuk perusahaan Anda. Jangan pernah menyalahkan mereka, apalagi membuatnya marah. Hormati mereka sebagai pelanggan Anda sehingga merasa aman dan diperhatikan.
5.      Mempertahankan yang sudah baik dan terus melakukan perbaikan.Apabila selama ini pelanggan anda sudah merasa puas dengan produk dan layanan yang ada maka perusahaan anda wajib mempertahankannya.Buatlah sesuatu yang sudah baik menjadi standar baku dan ciptakan perbaikan terus menerus agar menjadi semakin baik.

Kelima prinsip di atas akan sangat membantu perusahaan Anda untuk memberikan layanan prima kepada customer yang akhirnya akan tercipta kepuasan customer dan terbentuklah kelompok loyal customer yang akan membantu proses komunikasi perusahaan atau organisasi jasa dan layanan publik pada masyarakat luas.

BAB III
PENUTUP
Dalam penyelenggaraan Diklat pelayanan prima sangat penting dan wajib diperhatikan, tidak hanya bagi pengelola diklat, ataupun panitia penyelenggara, tapi juga bagi seorang widyaiswara. Semua komponen dalam diklat mau tidak mau, suka tidak suka, harus menjadikan pelayan prima  sebagai sikap dan bentuk pengabdian sebagai aparatur negara. Sehingga apa yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan produktivitas dan kinerja secara 

DAFTAR PUSTAKA
Bahan Ajar Diklat PIM tkt IV, Pengembangan Pelaksanaan Pelayanan Prima, LAN, Jakarta, 2008
Bahan Ajar Diklat PIM tkt IV, Operasionalisasi Pelayanan Prima, LAN, Jakarta, 2008
Bahan Ajar Diklat Prajabatan, Pelayanan Prima, LAN, Jakarta, 2006 Endang Wirjatmi Tri Lestari, Manajemen Pelayanan Publik, Jakarta, 2006
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 63 Tahun 2003
Undang-undang Kepegawaian Nomor 43 Tahun 1999

TUGAS ke 4 BAHASA INGGRIS BISNIS 2

As many as one thousand years ago in the southwest, the Hopi and Zuni Indians of North America were building with adobe-sun-baked brick pla...