ungu

Selasa, 26 November 2013

keindahan

Keindahan
1.     Pengertian keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni meskipun tidak semua hasil seni indah, pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, taman, perabot rumah, suara, warna dan sebagainya). Keindahan adalah identik dengan kebenaran.                  
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan.
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni:
1.        keindahan dalam arti luas
Keindahan alam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.

2.        keindahan dalam arti estetis murni
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.


3.         keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.
2.     Perkembangan kesenian
seperti hal kehidupan manusia yang selalu tumbuh dan berkemban, kesenian sebagai salah satu wujud dari karya manusia, mengalami nasib yang sama, tumbuh dan berkembang. Dalam perkembangannya, kesenian dapat dibadakan berdasarkan waktu, lokasi atau tempat atau paham atau alirian.
a.         Perkembangan kesenian atas dasar waktu
Perkembngan kesenian atas dasar waktu, pada umumny dapat dibedakan atas tiga zaman yaitu zaman kuno, zaman tengah dan zaman mo0dern. Dalam hal ini, pembatasan zaman untuk setiap bangsa tidak sama, tergantung dari sejarahnya.
a)        Zaman kuno
Zaman kuno yang memiliki sifat-sifat tradisional bercirikan sifat-sifat sebagaiberikut:
a)         Meniru alam (memetik), sehingga seni sangat mirip atau di pengaruhi oleh alam.
b)        Adanya keselarasan yang bersifat statis, yaitu keselarasan dengan alam sebagai lingkungan dabn perkembangan sangat lambat.
c)         Semboyang yang umum adalah l’art pour l’art, berarti seni untuk seni yang berati seni tidak boleh dikorbankan untuk kepentingan lain, misalnya untuk dijual atau di polisitikan.
b)        Zaman tengah
Zaman tengah memiliki sifat-sifat peralihan antara zaman kuno dan zaman modern, sehingga mempunyai ciri-ciri di antara kedua zaman berikut. Misalnya, antara tiruan alam dan ciptaan manusia antara statis dan dinamis, dan di antara seni untuk keperluan seni dan seni untuk keperluan manusia.
c)        Zaman modrn
Zaman modern memilimi sifat-sifat kontemporer bercirikan sifat-sifat sebagai berikut .
a)         Merupakan ekspresi manusia, dalam hal ini  manusia sebagai homo creator, bebas untuk menciptakan sesuatu dengan dirinya dan sejauh mungkin lepas dari pengaruh alam.
b)        Adanya semacam kejutan yang dinamik, jadi bertentangan dengan sifat keselarasan sebagai ciri zaman kuno sehingga dapatlah diciptakan sesuatu yang baru.
c)         Semboyang yang umumnya adalah l’art pour l’homme, artinya seni untuk manusia. Jadi, mengekspos seni keperluan dalam hidupnya.
b.        Perkembngan kesenian atas dasar tempat atau lokasi
Berikut ini tiga jenis perkembangan kesenian atas dasar tempat dan lokasi
1)        Kesenian rakyat
Kesenian rakyat yang merupakan seni tertua di indonesia disebut sebagai seni tradisional. Seni in sifatnya masi alsi sehingga disebut juga kesenian daerah. Selain kesenian daerah, indonesia yang memiliki bentuk kesenian beraneka ragam juga mengenal adanya kesenian nasional.

Beberapa ciri kesenian rakyat adalah sebagai berikut:
a)         Kesenian rakyat merupakan eksprepi-kolektif masyakat tingkat rendah.mereka sebagai homo creator dapat juga mengeluarkan ekspresinya untuk sesuai yang indah dalam kondisi yang sifatnya bersamaan.
b)        Kesenian rakyat diadakannya sangat sederhana, atau menuruti istilah teater, artistiknya rendah karena pendukungnya memang memiliki tingkat kehidupan dan kemampuan yang rendah walaupun belum tentu dapat dikatakan miskin.
c)         Arena yang dipergunakan untuk kesenian rakyat adalah lapangan terbuka, seperti halaman atau tanah lapang yang pada hari-hari biasa dipergunakan untuk keperluan bersama.
d)        Kesenian rakyat memiliki sifat improvisasi atau spontan. Jadi, jalannya kesenian itu bergantung sekali kepada pemainnya dan untuk memeriahkan, orang sering memeberikan lawakan (dalam bahasa jawa, banyolan), sehingga dalam kesenian rakyat naskah tidak di perlukan.
e)         Pada pertunjukan kesenian rakyat, antara pemain dan penonton dapat dengan mudah terjadi komunikasi karena jarak pemain dengan penontonnya dalam arti fisik maupun sosiologis memang sangat dekat.
f)         Yang di utamakan dalam pertunjukan kesenian rakyat adalah jalan pertunjukan yang harus mengikuti cerita sebagaimana lazimnya, yaitu harus mengikuti buku babon (induk).
2)          Kesenian kreton
Kesenian kraton merupan kesenian yang berkembang di kraton, istana raja. Penduduknya adalah raja dan bangsawan, bendoro dalam bahasa jawa. Tempat penyelenggaraannya di istana ataua di puri bangsawan, jadi praktis hanya dikota-kota untuk ukuran waktu itu. Itu pun bersifat tertutup, bukan terbuka untuk rayat pada umumnya. Beberapa ciri-ciri antara lain sebagai berikut:
a)         Arena yang pergunakan adalah pendopo, yang biasanya diperuntukkan hanya untuk kaum bangsawan saja, atau pun kalau diperluas terbatas sampai kaum priyai yang merupakan golongan menengah dalam masyarakat tempo dulu.
b)        Penyajian juga serbah megah, baik dalam dekorasi, kostum maupun dalam penampilannya, denag bahasa teater disebut kadar artistiknya tinggi.
c)         Keraton sebagai makro kosmos, memberiakn pancaran ke wilayah kerajaan dan rakyatnya sebagai makro kosmos,sehingga wibawa raja lebih terasa.
d)        Cerita yang di mainkan sangat erat hubungannya dengan masalah pemerintahan, sehingga nilai-nilai aristokratnya sangat menonjol.   
e)         Dengan penonton yang sangat beradab, pertunjukan kesenian keraton cenderung lebih bersifat sakral dari pada sekedar hiburan saja, sehingga tidak dikenal adanya komunikasi antara pemain dan penontonnya.
Beberapa contoh dari kesenian keraton dalam wujud tari, misalnya tari srimpi dan bedoyo ketawang. Sedangkan dalam wujud teater, misalnya wayang orang yang ceritanay diambil dari kitab Mahabharata atau ramayana dan ketoprak yang menggambarkan kehidupan kerajaan indonesia zaman dulu.
Seperti halnya kesenian rakyat, kesenian keraton juga mengalami kemunduran akibat zaman yang telah berubah. Perubahan keraton yang feodal telah menyusut jauh setelah indonesia merdeka, sehingga dalam kehidupan yang demokratis masyarakat istana merelakan seni keraton dipertontonkan kepada masyakat biasa.
3)        Kesenian kota
Kesenian atau teater kota merupakan kesenian yang berkembang dikota, terutama setelah kota-kota di indonesia menjadi pusat kegiatan perdagangan maupun pemerintahan. Pendukung ataupun penggemarnya adalah warga kota yang sangat memerlukan huburan segera setelah seharian bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Faktor penghasilan warga kota yang relatif tinggi dari pada warga pedesaan merupakan salah satu penyebab yang memudahkan perkembangan teater kota, sehingga pendukung budaya kota ini lebih tepat diartikan sebagai konsumen.oleh karena itu, jika dibandingkan dengan teater lainnya, teater kota benar-benar memilki sifat komersial.
Beberapa ciri teater kota dapat disebutkan antara lain sebagai berikut.
a)        Arena yang dipergunakan adalah gedung pertunjukan yang khusus untuk kesenian yang pertunjukan dan sifatnya tertutp. Artinya, hanya mereka yang membayar saja (kecuali undangan khusus) yang dapat masuk untuk menyaksikan.
b)        Penyajiannya serba kontemmporer karena kota mempunyai peluang lebih besar untuk menerima pengaruh dari luar, baik dal wujud sananya maupun penyajian pertunjukan itu sendiri. Misalnya, sarana panggung untuk sandiwara, layar perak untuk bioskop, ataupun  kostum pemain serta peralatannya.
c)        Materi yang disajikan pada umumnya adalah cerita yang hidup dalam masyarakat, yang didalamnya diberikan problematik. Penontonnya yang berpendidikan lebih tinggi biasanya mampu menebak problematik yang diberikan, sehingga mereka justru tidak menyukai cerita yang sesua dengan naska asli (babon), yang ceritanya hanya itu-itu saja.
d)        Antara pemain dan penonton tidak terdapat komunikasi, karena pemain hanya memainkan peran yang telah ditentukan secara deskriptif yang tidak boleh diubah. Oleh karena itu, teater kota kadang-kadang disebut teater naskah. Baik buruknya suatu pertunjukan dapat diketahui seketika. Apabial penonton antusias, berarti memberikan penilaian yang positif, sedangak ejekan berarti kebalikannya.
Teater kota memilki prospek yang cerah dibangdingakan dengan kedua teater yang telah di kemukakan seblumnya. Sifat modern pada teater kota menyebabkan kedua kesenian atau teater sebelummnya, yaitu kesenian rakyat dan keraton, disebut sebagai teater tradisional. Berarti teater kota disebut juga teater modern. Sebagai teatermodern, teater kota juga memepertunjukkan yang diperluakn warga kota untuk pda umumnya selalu di minati, sehingga memperoleh dana yang mencukupi bahkan menguntungkan bagi penyelenggara teater tersebut.       

3.        Aliran-aliran kesenian
Dalam bahasa kesenian, disebut bahwa seni yang masih tergantung pada alam dikenal sebagai naturalisme atau realisme, sedangkan yamg sudah cenderung sebagai ciptaan manusia dikenal sebagai ekspresionisme, kedua macam aliran kesenian tersebut dapat di lihat dengan jelas dalam bidang seni lukis dan sastra. Berikut akan dikemukakan masing-masing berupa cabang alirannya serta contohnya untuk mempeejelas.

a)        Seni lukis
Seni lukis dapat didefenisikan sebagai ekspresi manusia akan keindahan yang dituangkan denga sarana tertentu pada kanvas, yaitu kain untuk lukisan. Yang dimaksud dengan sarana untuk menuangkan ekspresi dapat berupa cat air atau cat minyak, pastel, bulu dan alat-alat pembatik (canting). Sedangakan, kanvas sebagai kain khusus untuk melukis pada umumnya berwarnah putih.
Beberapa alitan seni lukis di indonesia yang umum adalah sebagai berikut.
1)        Naif-primitivisme
Naif-primitivisme merupakan seni lukis yang memiliki sifat na’if (kekanak-kanakan) dan masih primitif (sederana). Lukisan demikian dapat ditemukan dalam sejumlah gua yang merupakan tempat tinggal manusia dalam zaman mesolitikum, sperti dileang-leang ( sulawesi selatan), Australia, Tasmania dan Prancis selatan. Biasanya dilukis adalah binatang, walaupun ada kalanya manusia.
 Dalam penilaian manusia sekarang, lukisan-lukisan demikian mengandung seni yang tinggi. Si pelukis itu sendiri sebenarnya melukis untuk tujuan sakral, yaitu untuk keperluan upecara kepercayaan sebelum melakukan perburuan, sebab binatang yang dilukis dimaksudkan sebagai binatang yang mau diburu.
2)        Naturalisme
Naturalisme merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang mengutamakan keindahan sesuai denga alam. Aliran ini dapat di katakan sebagai penelusuran aliran naif-primitivisme yang penguasaan teori dan teknik melukiskan telah meningkat.
Menurut Jim Supangkat dalam bukunya seni lukis indonesia Baru, sebuah pengantar, disebutka adanya tiga faktor yang menyebabkan aliran tersebut berkembang di indonesia yaitu sebagai berikut.
a)        Adanya pelikis barat yang didatangkan oleh pemerintah Belanda untuk menggambarkan aliran tersebut di Indonesia. Timbullah nama-nama, seperti Abdullah Surio Subroto, Mas Pirngadi, Wakidi, dan kemudia diteruskan oleh generasi mudahnya, seperti Basuki Abdullah, Sukardji, Omar Basalamah, dan Mahdi.
b)        Golongan menengah (borjuis) Belanda di Indonesia yang hidupnya berkecukupan banyak memesan lukisan alam indonesia untuk dibawah pulang ke negerinya sebagai kenang-kenangan dari Indonesia (waktu itu seni potret dengan warna-warni belum ada)
c)        Pelukis-pelukis Indonesia memiliki kegemaran untuk melukis alam yang memberikan suasana romatik dan diagungkan, misalnya Abdullah Surio Subroto dengan karyanya Daratan Tinngi Bandung dan Wakidi dengan negara sianok dan pemandanga disumatra.
3)        Ekspresionisme
Ekspresionisme merupakan aliran dalam seni lukis yang subyeknya mengutamakn perasaan atau pikiran sang pelukis sendiri, lalu subyek itu dituangkan pada kanvas, jika bukan obyeknya, tetapi subyeknya bukan alamnya yang lebih bicara, tetapi manusianya. Oleh karena itu, yang dicari oleh kaum ekspresionis sebagai objeknya adalah yang dapat “bicara”, yang dapt menyalurkan perasaan atau jiwa sang pelukis. Pelukis sebagai seniman dalam tipologi manusia menurut Eduard Spranger, pada umumnya adalah orang yang tidak menginginkan kekayaan. Oleh karena itu, pada umumnya yang ideal untuk dijadikan objeknya adalah kehidupan dan manusia dari golongan rendah. Istilah ini di berikan kepada senimannya adalah pelukis rakyat.

4)        kubisme
kubisme merupakan suatu aliran dalam seni lukis yang dalam mewujudkan lukisannya disadari oleh pola kubus. Oleh karena itu, wujud lukisannya makin abstrak sehingga aliran ini juga memperoleh sebutan sebagai abstrakisme. Secara kejiwaan, aliran ini membebaskan diri dari ikatan-ikatan yang ada pada aliran-aliran sebelumnya, ikatan objek pada naturalisma dan ikatan subyek pada ekspresionisme. Pendukung kubisme sebagai homo creator menginginkan kebebsan untuk menciptakan suasana baru. Bagi masyarakat awam, hasil karya lukis aliran ini memang tidak dapat di tangkap dengan cepat, karena tingkat fantasi dan pemikiran mereka masi terikat pada hal-hal yang nyata saja.
5)        Gerakan seni rupa baru indonesia
Dalam tahun 1974, lahir seni rupa baru yang didasari oleh semangat pembaruan. Dalam gerakan ini, suatu hasil karya dapat lahir dari “imajinasi yang bebas”. Ada beberapa langkah yang merupakan gebrakan baru dalam aliran ini.
a)        Membuang sejauh mungkin imajinasi tentang adanya elemen-elemen khusus dalam seni rupa, seperti elemen lukisan dan elemen gamabar. Keseluruham elemen itu dalam gerakan ini berada dalam suatu kategori atau waktu.
b)        Membuang sejauh mungkin sikap “spesialis” dalam seni rupa cenderung membangun “bahasa elitis”, yang menjadikan maksud si seniman tidak dapat dipahami oleh masyarakat yang lebih menilainya sebagai bagian yang mengandung misteri.
c)        Mendambakan “kemungkinan berkarya”, dalam arti mengharapkan keragaman gaya dalam seni indonesia. Dengan kata lain, menghujani seni rupa indonesia dengan kemungkinan-kemungkinan baru dan mengakui semua kemungkinan tanpa batasan sebagai pencerminan sikap “mencari”.
d)        Mencita-citakan eprkembangan seni rupa Indonesia denga jelas mengutamakan pengetahuan yang didasari oleh penulis dan teori orang indonesia, menentang habis-habisan pendapat yang mengatakan bahwa seni rupa indonesia adalah sebagian dari sejarah rupa dunia, yang mengatakan seni adalah universal dan menggantung masalah seni rupa indonesia pada masalah seni rupa mancanegara.
e)        Mencita-citakan seni rupa yang lebih hidup, dalam arti kehidupannya tidak diragukan, wajar, berguna, dan hidup meluas di kalangan masyarakat.

b)        Seni sastra
Seni sastra merupakan wujud lain yang dapat diciptakan oleh manusia. Kata sastra sendiri berasal dari bahasa sangsekerta, castra, yang berartiyang dipelajari atau harus dipelajari, wujudnya berupa ilmu atau buku pelajaran. Oleh karena itu, sastra sering diartikan sebagai ilmu pengetahuan atau buku pelajaran. Dalam bahasa indonesia sastra di beri arti yang luas, yaitu bahasa dan tulisan. Kata sastra atau kesustraan,berarti bahasa atau tulisan yang baik, indah ataupun bagus.
Sastra, sebagai karya manusia yang berdasarkan keindahan, dalam bahasa juga memiliki arti sesuia denag rasa dan karya sang penciptanya. Seperti juga dengan seni lukis yang telas diuraikan dimuka. Seni sastra dapat dibedakan atas dua kelompok aliran, yaitu realisme dan ekspresionisme. Masing-masing memiliki subaliran yang secara garis besar diuraikan dibawah ini.
1.      Realisme
Realisme merupakan aliran yang timbul berdasarkan cara yang dialami yang menitikberatkanpada objek.
Alira realisme terbagi atas empat yaitu:
Ø    Impresionesme
Ø    Turalisme
Ø    Neo-naturalisme
Ø    Determinisme

2.      ekspresionisme
ekspresionisme merupakan suatu aliran dalam seni sastra yang timbul berdasarkan ekspresi atau pengeluaran perasaan penciptanya, sehingga titik beratnya terletak pada subyeknya.
Aliran ekspresionisme terbagi menjadi beberapa seperti berikut ini.
Ø    Romatik
Ø    Idealisme
Ø    Simbilik
Ø    surrealisme










Minggu, 24 November 2013

kegelisahan

Topik: manusia dan pendetitaan
            KEGELISAHAN
1.             PENGERTIAN DAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak temtram hatinya, tidak merasa kwatir, tidak tenang, tidak sabar dan cemas. Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan keadaan seseorang yang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar, maupun dalam kecemasan.
Dari pengertian diatas,seseorang yang sedang mengalami kegelisahan memiliki gejala-kejala sebagai berikut.
1.         Orang itu tidak tenang pikirannya karena ada masalah yang belum terselesaikan dalam pikirannya, orang demikian belum memperoleh sesuatu kepastian seperti yang diharapkan.
2.         Orang demikian merasa selalu kwatir, tajut seseautu yang diharapkan tida tercapai atau tewujudkan, ia takut apa yang diinginkannya terwujud.
3.         Orang yang sedang dilandasi kecemasan, tampak dalam tingkah lakunya seperti berikut ini. Apabial ia sedang duduk, duduknya tidak tenang, sebentar memangdang kekiri, segerah beralih kekanan atau kedepan, dan duduknya selalu beringsut sebentar kekiri atau sebentar kemudian kekanan. Apabila seseorang yang sedang gelisah berdiri, seperti yang sering disaksikan dalam sandiwara, orang itu akan berjalan hilir mudik, ia bejalan tidak bertujuan melainkan hanya sebagai sarana menghilangkan kegelisahannya: perhatiannya berpindah-pindah, seperti ada yang ditunggu-tunggu, entah suatu penyelesaian atau suatu yang diharapkan datang.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan berkaitan dengan malasah frustasi, yang pengertiannya dapat disebutkan bahwa seseorang akan memngalami frustasi apa bila apa yang di inginka tidak tercapai.
Sigmund freud, ahli psikoanalisa terkenal berpendapat bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpah manusia, yaitu
a.             Kenyataan
Kenyataa yang pernah dialami seseorang, misalnya rasa terkejud ketika mengetuhui bahwa di bawah tempat tidurnya ada tikus. Rasa terkejut itu demikian hebatnya sehingga tikus tikus merupaka binatang yang sangat mencemaskannya. Seorang wanita yang pernah diperkosa oleh sejumlah pria yang tidak bertanggung jawab, dalam keadaan sendiri akan merasa ketakutan apabila melihat pria, lebih-lebih apabila jumlahnya sama dengan yang memperkosanya
b.             Neurotik
Kecemasan neurotik atau saraf disebabkan oleh pengamatan atau perasaan yang menimbulkan ketegangan pada saraf seseorang. Ketegangan saraf ini timbul karena menurut perasaannya tidak akan mampu menghadapi apa yang terjadi, dan ia selalu membayangkan apa yang dirasakan terjadi akan membuat dirinya menderita. Dalam hal ini, kecemasan terjadi kerena takut pada banyannya sendiri.
Selain itu, dapat juga terjadi bahwa apa yang ditajutkan itu merupakan hal yang sifatnya tidak masuk akal (irasional) yan berlebihan sehinnga menimbulkan fhobia.
c.              Moril
Kecemasan moril umumnyadisebabkan oleh pribadi seseorang. Seperti memiliki macam-macam emosi, seperti iri, benci, dendam, marah dan rendah diri. Emosi demikian merupakan the ego seseorang dan untuk memeperbaikinya, penampilan diri dari orang ini perlu mendapat pengekangan dari the super ego. Apabila hal ini terus-menerus dilakukan, dalam kata lain tidak memperoleh pengekanan, akan merugikan dirinya sendiri, misalnya akan  mendapat celaan dari masyarakat.
Sehungan dengan ketiga bentuk kecemasan tersebut, dapat ambil ksimpulan bahwa kecemasan itu dapat menimbulkan raksi langsung. Salah satunya adalah stres. Itulah sebabnya, dalam kehidupan sehari-hari orang menyamartakan kecemasan dengan stres. Padahal arti halfiah stres itu sendiri adalah tekanan.  Menurtu Dr. P. Sidharta, neurolog keamanan dijakarta, dalam seminarnya di Erasmus Huis tanggal 13 april 1985, dikatakan bahwa tanda seseorang benar-benar dianggapi stres adalah terjdi peningkatang kadar kortikosteroid yang merupakan hasil kelenjar anak ginjal, yang dirangsang oleh saraf bagian otak sebagai pusat dari emosi. Begitu badan mengami ancaman, zat tersebut akan langsung melonjak kadarnya. Namun, ada kalanya orang mampu melawan (fight) sehingga suber stres dapat dikalahkan, tetapi banayk juga yang ketakutan, lalu melariakn diri atau terbang (flight), yang membuat tekanan menjadi semakin parah. Apabila keduanya, yaitu fight dan flight, melawan atau melarikan diri tidak dilakukan, rasa ketakutan orang itu meningkatkan menjadi kecemasan.
Berhungan dengan masalah stres, dikenal dengan adanya tiga tingkatan stres atau kadar stres.

1)             Stres Mahabesar
Stres maha besar timbul apabila seseorang mengalami musibah besar, misalnya kebakaran, kebanjiran, peperangan, dan perampokan. Hal tersebut dapat meneror mentalnya. Dalam menghadapi musibah demikian, tidak jarang seorang langsung lari, bahkan bahkan menjadi sangat tercekam, tidak dapat berbicara. Namun, karena bahaya demikian relatif sedikit, maka pendrita stres ini jarang yang sampai harus dirawat oleh dokter.
2)             Stres situasional
Stres situasional timbul karena secara mendadak dalam suatu situasi. Misalnya, pada seseorang yang mengalami peristiwa penodongan. Peristiwa itu begitu membekas di hatinya dan menjadikan stres, sehingga setiap kali orang tersebut berjalan sendiri, apalagi dalam gelap, stres tersebut akan timbul kembali, atau seseorang yang melihat orang lain mati secara mengerikan karena ditabrak mobil, menyebabkan ia selalu keyakuatan apabila menyeberang jalan.
3)             Stres kronik
Stres keronik dapat melanda seseorang kalau penanggulangan stres yang muncul sebelumnya tidak sempurna atau tuntas. Misalnya, pada seorang suami yang mempunyai istri resmi, tetepi memilki istri simpanan. Dalam diri orang tersebut, stres kronik muncul karena kecemasan yang selalu timbul, yaitu takut kalau-kalau istri dan anaknya tahu. Selain itu, stres ini dapat juga terjadi pada seseorang yang kurang senag pada pekerjaannya. Ia merasa terpaksa melakukannya karena pertimbangan uang. Lama-kelamaan ia dapat dihingapi stres kronik karena sepanjang melakukan pekerjaannya ia selalu merasa tertekan atau enggan.
 Jika seseorang mudah mengalami stres, dirinya diibaratkan sebagai seseorang yang begitu melihat cabai, langsung merasa pedas, padahal cabai itu baru dapat dirasakan pedas apabila sudah dimakan. Untuk itu, Dr. P. Sidharta mengemukakan sepuluh nasehat untuk menghindarkan stres.
a)             Kelurkan isi hati yang mengganggu pikiran kepada orang yang dekat.
b)             Kalau tegang karena sesuatu pekerjaan yang ruwet, tinggalkan dulu perkerjaan itu sebentar.
c)             Kalau sedang sebal, lakuak pekrjaan fisik untuk melemaskan amarah.
d)            Sekali-kali mengalah.
e)             Coba menolong orang lain.
f)              Selesaikan satu pekerjaan saja pada satu saat.
g)             Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang bisa menerjakan segala-galanya.
h)             Jangan membiasakan memulai sesuatu pada orang lain dengan kritik, tetapi mulailah dengan pujian.
i)               Berikan kesempatan kepada orang lain untuk maraih sukses.
j)               Bersikap ramah terhadap setiap orang.
Ahli lain, yaitu Walter Mc. Quade dan Ann Aikman, dalam bukunya stres terjemahan Dra. Stella, mengatakan bahwa penyebab utama dari kebanyakan penyakit dalam abad XX adalah bayangan adanya stres. Menurutnya, ada tiga macam stres pokok yang menjadi penyebabnya. Ketiga macam stres pokok itu sebagai berikut.
1)             Ancaman perkelahian mati-matian (mortal combat)
Dalam stres ini, jika ancaman timbul, jantung mulai berdebar lebih cepat, tekanan darah naik, dan sistem pencernaan kinerjanya semakin berkurang. Semua itu terjadi secar otomatis, tertuju pada musuh, dan merupakan perubahan fisik yang dirancang untuk meringankan perbuatan fisik. Oleh karena itu, kadang-kasang bisaterjadi perlawanan betul-betul, atau lari menghindar ( fight atau flight)
2)             Masalah mencari makanan yang mencukupi
Sebelum abad XX, hal mencukupi makan berjumlah seberat sekarang. Hal ini teradi karena sekarang banyak orang yang diketakutan kalau sampai tidak cukup makan untuk hidup. Misalnya, di-PHK-kan, orang yang dinonaktifkan dari tugasnya, dan orang yang merasa kehidupannya tidak mencukupi lagi.
3)             Masalah yang menhantui kebanyakan orang, yaitu takut mati
Makin kuatnya budaya materi yang melanda kehidupan manusia modrn, tetapi yakin menipisnya rasa keagamaan yang menyebabkan orang takut mati. Oleh arena itu, timbullah manusia-manusia modern yang kurang beriman.                                                                                                                 

2.             KETERASINGAN
Keterasingan disini berasal dari kata asing, yang berarti tersendiri atau terpisah sendiri. Oleh karena itu, keterasingan berarti hal yang terpisah tersendiri. Seperti telah dikemukakan tentang manusia, bahwa manusia terdiri atas dua aspek, yaitu jasmani dan rohani. Karena itu, sebab-sebab atau sifat keterasingan yang dialami oleh seorang juga dapat bersifat dua hal tersebut, yaitu jasmani dan rohani atau kedua-duanya.
Seperti juga dalam kegelisahan, dalam keterasingan pun ada hal-hal yang menyebabkannya. Ada tiga hal yang menjadi penyebab seseorang harus megalami keterasingan, yaitu akibat dari pelanggaran, adanya perbedaan sosial-ekonomi, dan cacat tubuh. Berikut ini akan diberikan uraiannya agar lebih jelas.
a.              Keterasingan karena pelanggaran
Seedikit mengalami persamaan dengan masyarakat tradisional, dalam negara modern pun, siapa yang melanggar hukum akan di tangkap, diadili, dan apabila ternyata bersalah akan dihukum. Orang yang bersalah ini akan diasingkan dalam penjara,  yang di indonesia diistilahkan sebagai lembaga permasyarakatan agar terdengar lebih manusiawi. Bukan hanya sampai disini, dalam penjara pun seseorang akan di asingkan satu dari yang lain (apa bila tempatnya memungkinkan), atau setidak-tidaknya, ia terasing dari masyakat ramai dalam penjara. Misalnya, untuk mereka yang hukumannya berat akan diasingkan secara ketat dari kawan-kawannya yang dipenjara, sedangkan unutk yang lebih ringan dapt lebih bebas, tetapi kebebasan disini terbatas dalam dinding tembok penjara atau pulau kecil tempat penjara demikian khusus dibangun. Oleh karena itu, seringkali keterasingan mereka dari masyarakat ramai dapat memberikan hukuman psikis yang di sebabkan oleh kerinduannya akan sanak saudaranya, lebih-lebih kepada istri dan anaknya.
b.              Keterasingan karena cacat tubuh
Cacat tubuh yang diderita oleh seseorang sejak lahir, seperti polio, sumbing pada bibir, tangan atau kaki yang bengkok, dan mata juling, dapat menjadi sebab ia diasingkan oleh kawan-kawannya dalm masyarakat. Tidak jarang, penderita ini selalu menjadi bahan ejekan, tidak di ikutsertakan dalam permainan tertentu di kalngan anak-anak,  dan lebih jauh lagi, ia tidak di masukkan dalam tat pergaulan. Anak demikian bukan hanya akan mengalami keterasingan, ia pun akan menderita batin dan sering merasakan kesepian.
Selain cacat bawaan, juga cacat karena penyakit. Dalam rumah sakit, pasien selalu diklasifikasikan menurut penyakitnya, misalnya penyakit dalam, penyakit kulit, dan penyakit saraf. Pengklasifikasian ini bukan di laksanakan tanpa maksud. Ada kalanya di antara maksud baik yang telah direncankan, malah menimbulkan kerugian bagi orang lain, terutama si penderita. Bagi rumah sakit, klasifikasi demikian akan memudahkan untuk merawat penderita, dan bagi keluarga akan memudahkan untuk mencari tempat si penderita dirawat apabila mereka mau berkunjung (bezeok)
c.              Keterasingan karena perbedaan sosial-ekonomi yang menjolok
Perbedaan sosial-ekonomi yang menjolok menyebabkan manusia sebagai warga masyarakat menjdi berkotak-kotak, yang dalam sosioligi disebut sebagai pelapisan masyarakat atau statifikasi masyarakat. Pelapisan itu dapat bersifat tertutup (closet social stratification) yang pertama, merupakan pandangan lama dengan pendirian bahwa seseorang menepati kedudukan yang tinggi atau rendah dalam masyarakat kerena takdir atau nasipnya demikian. Yang kedua, merupakan pandangan baru dengan pendirian bahwa seseorang dari masyarakat rendah dapat menduduki posisi tertinggi apabila ia melakukan usaha atau perjuangan dalam hidupnya.
Soerjono Seokanro, dalam bukunya sosiologi, suatu pengantar (1981:141,142), menyebut adanya empat ukuran yang menyebabkan terjadinya pelapisan, yaitu:
1)             Ukuran kekayaan
Kekayaan seseorang biasanya berupa benda, seperti rumah, perhiasan, kendaraan, tanah, ternak, dan pabrik. Apabial benda-benda tersebut dimiliki oleh seseorang dalam jumlah banyak, ia disebut orang kaya; sebalikny apabila pemilikannya sedikita atau tidak sama sekali, ia disebut miskin. Antara si kaya (the have) dan si miskin (the have not) terdapat jurang yang lebih besar sehingga satu denga yang lain saling terpisah.
2)             Ukuran kekuasaan
Dunia juga mengarah kepemerintah yang demokratis. Hal itu tampak dari sebagian besar negara yang memiliki bentuk pemerintahan republik. Walaupun demikian, dalam tatakepegawaiannya perlu diatur sistem berjenjang. Dalam peraturan Gaii Pegawai Negri (PGPN) di indonesia, dikenal adanya golongan I,II,III,IV. Dapat dibayangkan, bagimana kacau balaunya apabila semuanya menempati golongan IV yang merupakn golingan tertinggi, tidak hanya dalam PGPN, dalam upacara ataupun resepsi, pebedaan golongan juga dilakukan. Dengan alasan “keamanan”, golongan keatas akan menempati barisan depan, golongan lebih rendah dibelakangnya, dan golongan terendah paling belakang.
3)             Ukuran kehormatan
Semestinya, ukuran kehormatan dapat dilepaskan dari ukuran kekayaan dan kekuasaan. Dalam praktiknya, untuk melakukan hal itu sangatlah sulit karena keadaan masyarakat yang makin kompleks. Khususnya dalam masyarakat tradisional, masalah kehormatan masih lebih tampak, mereka yang dihormati atau disegani diberikan tempat yang teratas. Misalnya, dalam suatu kenduru apalagi upecara perkawinan, orang-orang demikian yang merupakan pemimpin informal (tidak resmi) selalu ditempatkan di kedudukan yang dipandang terhormat, antara lain diujung ruangan bagian tengah, walaupun datangnya lebih lambat dari kebanyakan orang.
4)             Ukuran pendidikan
Jenjang pendidikan modern yang disusun berdasarkan tingkatan rendah atau dasar, menengah, dan tinggi juga menyebabkan manusia dalam masyarkat menjadi berlapis-lapis, sehinga memudahkan menjadi keterasingan.hal ini terutama dirasakan oleh mereka yang pendidikannya rendah, karena biasanya juga selalu menempati posisi yang rendah.
Dalam perusahaan swasta, kecenderungan memperhitungkan kemampuan seseorang lebih besar dari pada ijazah formal, tetapi idealnya apabila syarat formal disertai pual dengan kemampuan.

3.             Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang atau tidak berteman.
Bebrapa gejala pada orang yang dirundung kesepian antara lain adalah sebagai beriukut: apabila ia sedang duduk, pandangan matanya kedepan tampak agak kuyu, kurang memberikan sinar yang terang, dan pandangannya seperti kosong. Tampak matanya terbuka, tetapi kurang memperhatiakan apa yang ada didepannya.
Dalam jiwa yang sepi, tubuhnya terasa lunglai sehingga kepala yang terasa berat bagi badan harus ditopang pada dagunya. Tidak tammpak gerak yang hidup, jadi kebalikan pada orang yang sedang dalam kegelisahan. Orang yang kesepian memang tampak tenang waktu tidur, tetapi tidurnya seperti sesosok mayat yang masih benapas.
Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang merasa kesepian.
Pertama, apabial seseorang etrpisahakn dari kekasihnya. Orang seperti ini akan cepat merasa kesepian karena selama ini sang kekasih yang menjadi pengisi hatinya yang meramaikan hatinya. Rasa kasih sayang yang pernah dibahas dalam bab tentang manusia dan kasih sayang, memang merupakan pengisi hati bagi sesorang. Hilangnya atau perginya orang yang dapat memberikan kasih sayang akan menimbulkan rasa sepi yang kadang-kadang dapat mencekam.
Kedua adalah akibat keterasingan. Dalam pasal seblumnya telah dikemukakan bahwa keterasingan yang dialami seseorang memang secara fisik nyata, tetapi secara psikis tidak mungkin di elakkan. Hal ini terjadi kerena manusia terdiri atas aspek jasmani dan rohani yang tidak mungkin terpisahkan. Jadi, bagaimanapun gerangnya seorang narapidana, dalam lubuk hatinya, pada saat-saat tertentu dia akan merasakan dirinya kesepian.
Sebab ketiga, yang juga telah terselip dalam uraian terdahulu adalah bahwa apabila seseorang tidak memiliki atau tidak mau melakukan suatu kegiatan.orang demikian akan selalu menuruti lamunannya, tidak jarang lamunannya itu akan mengarah kepada pikiran-pikiran yang sifatnya nnegatif sehingga merugikan diri sendiri.    
4.             Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti yang berarti tidak menentu, sehingga ketidak pastian merupakan hal yang tidak tertentu. Dalam ketidakpastian, seseorang terombang-ambing antara ya dan tidak, sudah dan belum, jadi atau tidak, mau atau tidak mau, sehingga orang demikian selalu dalam keragu-raguan. Karena sulit untuk menentukan pilihan atau belum menentunya suatu keadaan, maka orang yang mengalami ketidakpastian selalu dalam kebimbangan atau kebingungan. Ia pin sering mengalami kegelisahan. Semua ini merupakan gejala-gejala psikis yang dialami oleh orang dalam ketidak pastian yang dalam tempo lama dapat menimbulkan frustasi ataupun stres.
Seseorang dapat mengalami ketidakpastian dalam beberapa hal, diantaranya dalam menentukan pilihan, pada saat-saat harus menunggu, dan kepastian dalam bidang hukum. Berikut akan diberikan uraian masing-masing.
a.              Ketidakpastian dalam menentuka pilihan
Seringkali seorang berada di simpangan jalan untuk menentukan pilihan, apabila pilihan yang diambilnya sampai salah, maka dapat berakibat fatal. Itulah sebabnya, dalam menentukan pilihan, seseorang perlu berpikir panjang dan tenang agar pilihannya tepat, sehingga membawanya pada keadaan yang positif.
b.             Ketidakpastian dalam menunggu
Ketidakpastian juga dirasakan pada waktu menunggu, apakah orang atau barang yang ditunggu-tunggu itu pasti datang atau tidak. Saat itu seseorang dirundung ketidakpastian yang membuatnya selalu gelisah.
c.              Ketidakpastian dalam hukum
Ketidakpastian juga sering melanda seseorang dalam bidang hukum. Melalui hukum, orang bertujuan untuk mencari peraturan dalam masyarakat, sehingga sesuatu yang dirasakannya dapat pasti dan tidak lagi membuat orang menjadi bimbang dan ragu.  





Drs. Supartono W., M.M.

TUGAS ke 4 BAHASA INGGRIS BISNIS 2

As many as one thousand years ago in the southwest, the Hopi and Zuni Indians of North America were building with adobe-sun-baked brick pla...